KAI Luncurkan KA Sangkuriang, Rute Langsung Bandung-Banyuwangi Mulai Mei 2026

- Selasa, 21 April 2026 | 07:40 WIB
KAI Luncurkan KA Sangkuriang, Rute Langsung Bandung-Banyuwangi Mulai Mei 2026

Mulai tahun depan, ada angkutan baru yang bakal menghubungkan Jawa Barat dengan ujung timur Pulau Jawa. PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi meluncurkan layanan KA Sangkuriang, yang bakal melayani rute langsung dari Bandung menuju Ketapang, Banyuwangi, dan sebaliknya.

Operasionalnya dimulai bertahap. Untuk perjalanan dari Bandung ke Ketapang (nomor KA 7044A), jadwal keberangkatannya dimulai pada 1 Mei 2026. Nah, untuk perjalanan pulang dari Ketapang menuju Bandung (KA 7043A), baru akan beroperasi keesokan harinya, tanggal 2 Mei 2026.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan alasan di balik kehadiran kereta baru ini. Menurutnya, Sangkuriang dihadirkan untuk memudahkan masyarakat yang melakukan perjalanan jarak jauh.

"Dengan relasi langsung Bandung hingga Banyuwangi, pelanggan kini dapat menikmati perjalanan yang lebih efisien tanpa perlu berganti kereta," ujar Anne dalam keterangannya, Senin (21/4/2026).

Sebagai daya tarik awal, KAI menyiapkan tiket promo diskon 50 persen khusus untuk perjalanan perdana rute Bandung-Ketapang tanggal 1 Mei nanti. Buat yang mau dapat, tiket promo ini bisa dibeli lewat aplikasi Access by KAI atau kanal penjualan resmi KAI lainnya.

Soal kenyamanan, KA Sangkuriang menawarkan beberapa pilihan kelas. Mulai dari Ekonomi, Eksekutif, sampai yang paling eksklusif yaitu Suite Class Compartment. "Pilihan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan tingkat kenyamanan yang berbeda," tambah Anne.

Perjalanan panjang kereta ini akan melewati banyak kota-kota penting di sepanjang Pulau Jawa. Bayangkan saja, dari Bandung, kereta akan melintasi Tasikmalaya, Ciamis, lalu masuk ke Yogyakarta dan Solo. Perjalanan dilanjutkan ke Madiun, Surabaya, lalu Jember, sebelum akhirnya tiba di Banyuwangi.

Dengan rute sepanjang itu, jalur baru ini jelas membuka peluang besar. Bukan cuma soal transportasi, tapi juga akses untuk mengeksplorasi kekayaan wisata. Mulai dari pesona alam, kuliner khas, hingga situs sejarah dan budaya di sepanjang lintasannya, bisa lebih mudah dijangkau.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar