Bapanas Pantau Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan di Banten Pasca-Lebaran

- Jumat, 17 April 2026 | 05:40 WIB
Bapanas Pantau Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan di Banten Pasca-Lebaran

Pagi itu di Pasar Serpong, Tangerang Selatan, suasana terlihat ramai seperti biasa. Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, turun langsung melihat kondisi lapangan. Kunjungannya pada Rabu (15/4/2026) itu bukan tanpa alasan. Pasca Lebaran, pemerintah memang ingin memastikan stok dan harga pangan di Banten benar-benar terkendali.

Dan hasilnya? Menurut Ketut, situasinya cukup stabil. "Secara umum kondisi pasokan dan harga pangan di Banten terpantau stabil dan relatif merata," katanya.

Ia menambahkan, ketersediaan komoditas cukup dan distribusi berjalan tanpa hambatan berarti.

Nah, soal harga, pantauan di lapangan menunjukkan angka yang relatif terkendali untuk sejumlah barang pokok. Daging sapi, misalnya, masih bertengger di sekitar Rp140.000 per kilogram dengan stok yang mencukupi. Untuk lauk yang lebih terjangkau, daging ayam ras ada di kisaran Rp39.000 sampai Rp40.000 per kilo. Sementara itu, harga telur ayam ras berkisar antara Rp29.000 hingga Rp30.000.

Kalau bicara bumbu dapur, bawang merah dijual sekitar Rp45.000–Rp50.000 per kilogram. Bawang putih sedikit lebih murah, yaitu Rp39.000–Rp40.000. Kabar baik datang dari harga cabai rawit merah yang mengalami penurunan tipis, menjadi sekitar Rp72.000 per kilogram.

Di sisi lain, komoditas beras juga menunjukkan tren positif. Harga beras medium stabil di angka Rp13.500–Rp13.600 per kilo. Sedangkan untuk kualitas premium, harganya berada pada rentang Rp14.900 hingga Rp15.700.

Ketut menegaskan, pemantauan intensif akan terus dilakukan. Tujuannya jelas: mengantisipasi gejolak dan menjaga inflasi pangan agar tidak melonjak.

"Di Pasar Serpong ini pasokan secara keseluruhan bagus dan tersebar merata," ujarnya lagi. Ia ingin menenangkan masyarakat. "Masyarakat tidak perlu khawatir karena barang tersedia. Kami akan terus melakukan pemantauan secara berkala."

Memang, keramaian di pasar dan stok yang memadai adalah sinyal bagus. Ini menunjukkan rantai distribusi pangan di Tangerang Selatan berfungsi dengan baik. Pada akhirnya, stabilitas harga dan daya beli masyarakatlah yang diuntungkan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar