Sehingga Abdurrahman tak memiliki kesempatan untuk ikut mengantar sang anak ke tempat keberangkatannya itu.
Siapa sangka, momen membangunkan shalat subuh itu akan jadi yang terakhir kalinya untuk Intan dan sang ayah.
"Saya shalat subuh, dia berangkat sama ibunya. Jadi saya nggak nemuin itu," ujar dia.
Kendaraan Tak Berizin
Berdasarkan keterangan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), bus pariwisata yang ditumpangi rombongan SMK Lingga Kencana tak memiliki izin.
"Adapun pada aplikasi Mitra Darat, bus tersebut tercatat tidak memiliki izin angkutan," kata Kepala Bagian Hukum dan Humas, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Aznal, Sabtu (11/5/2024) malam.
Selain itu, status uji berkala dari Bus Trans Putera Fajar itu sudah kadaluwarsa.
Adapun kecelakaan bus pariwisata itu diduga diawali oleh rem blong yang menyebabkan bus oleng dan menabrak motor di jalur berlawanan.
Setelah itu, bus pun terguling hingga berujung pada kecelakaan maut di Jalan Palasari, Ciater
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
Transaksi Mata Uang Lokal Indonesia Tembus USD8,45 Miliar di Awal 2026
KAI Siap Dukung Transisi ke B50, Semua Lokomotif Sudah Terbiasa B40
TNI AL Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan AS, Kirim Kadet ke US Coast Guard
ATR/BPN Terapkan WFH untuk ASN, Jamin Layanan Pertanahan Tetap Optimal