TVRINews, Jakarta
Kalau bicara soal perekonomian, sektor logistik itu ibarat urat nadi. Tanpa distribusi yang lancar, barang dan jasa mandek. Konektivitas antar daerah pun jadi taruhannya. Ditambah lagi dengan dinamika global yang makin kompleks, penguatan sistem logistik yang efisien dan adaptif bukan lagi sekadar wacana, tapi kebutuhan yang mendesak.
Pemerintah sendiri, lewat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menegaskan posisi strategis sektor ini. Menurutnya, logistik adalah pilar penting untuk menjaga stabilitas ekonomi.
"Pemerintah memandang sektor logistik sebagai pilar strategis dalam menjaga kelancaran distribusi, memperkuat konektivitas, dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Oleh karena itu, penguatan sistem logistik yang terintegrasi dan berdaya tahan menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan,"
Demikian penegasan Menko Airlangga dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026).
Dalam pertemuan itu, hadir juga Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital, Ali Murtopo Simbolon. Mereka membahas langkah-langkah konkret untuk menekan biaya logistik nasional. Soalnya, angka saat ini masih berkisar di 14 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Targetnya, tentu saja, menurunkan angka itu perlahan-lahan.
Artikel Terkait
Pakar Hukum: Pernyataan Saiful Mujani Tak Penuhi Unsur Makar
Mantan Kepala BAIS TNI: Pernyataan Menjatuhkan Prabowo Bangkitkan Sensor Intelijen
Menteri Haji Tegaskan Negosiasi Tarif Penerbangan 2026, Batasi Kenaikan Rp1,7 Triliun
Bank Mega Syariah Raup Dana Rp709 Miliar dan 5.600 Rekening Baru di Ramadan 2026