Bagi para pelaku ekonomi kreatif di tanah air, ada kabar bagus soal akses modal. Pemerintah baru saja menggulirkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus Ekonomi Kreatif dengan plafon yang nggak main-main: hingga Rp10 triliun. Angka itu tentu bukan jumlah kecil, dan diharapkan bisa menjawab keluhan lama soal sulitnya dapat suntikan dana untuk usaha kreatif.
Skema KUR Ekraf ini memang dirancang khusus. Yang menarik, di sini Kekayaan Intelektual (KI) seperti merek dagang atau hak cipta bisa dijadikan agunan tambahan. Jadi, bagi yang punya karya tapi minim aset fisik, ini peluang yang cukup berarti.
Jangkauannya luas, mencakup 17 subsektor. Mulai dari yang sudah akrab seperti kuliner dan fesyen, sampai ke bidang seperti pengembangan game, arsitektur, bahkan seni pertunjukan. Intinya, hampir semua lini di ekosistem kreatif punya kesempatan.
Lalu, siapa saja yang bisa mengajukan? Pada dasarnya untuk Usaha Mikro dan Kecil (UMK), termasuk kelompok usaha semacam koperasi atau gabungan kelompok tani. Omzet tahunan maksimal Rp4,8 miliar. Usahanya harus produktif dan ini penting bukan dijalankan oleh ASN, TNI, atau Polri yang masih aktif.
Nah, untuk pinjaman yang lebih besar, antara Rp100 juta sampai Rp500 juta, KI tadi bisa benar-benar difungsikan sebagai jaminan tambahan. Ini poin krusial yang membedakan skema ini dari KUR biasa.
Di sisi lain, persyaratannya juga perlu diperhatikan. Usaha harus sudah berjalan minimal enam bulan, punya NIB atau surat keterangan usaha, dan tentu saja NIK. Untuk pinjaman di atas Rp50 juta, wajib punya NPWP.
Ada beberapa ketentuan lain: calon penerima tidak boleh sedang dapat kredit dari lembaga keuangan lain, dan harus sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Persyaratan ini sepertinya untuk memastikan dana benar-benar tepat sasaran.
Secara keseluruhan, program ini seperti angin segar. Tapi, tantangannya tetap ada: bagaimana sosialisasinya sampai ke pelosok, dan apakah prosesnya nanti akan berbelit atau justru sederhana? Itu yang masih kita tunggu realisasinya.
Artikel Terkait
Kebakaran Hebat Landa Pasar Jiung Kemayoran, 33 Mobil Damkar dan 100 Personel Dikerahkan
Sekretaris Kabinet: Efektivitas Diplomasi Diukur dari Hasil Konkret, Bukan Frekuensi Kunjungan
Kebakaran Landa Permukiman Padat di Kemayoran, 26 Mobil Damkar Dikerahkan
Netanyahu Perintahkan Serangan ke Markas Hizbullah di Beirut Selatan, Warga Mulai Mengungsi