"Setidaknya, ada 16 orang pelaku yang sudah berhasil kami identifikasi. Kami juga sudah mengurai peran masing-masing mereka pada hari H penyiraman itu," papar Airlangga.
Namun begitu, angka 16 itu mungkin belum final. Menurutnya, masih ada pihak lain yang luput dari pantauan. Belum lagi soal komando dari atas, atau pihak-pihak yang diduga membantu menyediakan cairan berbahaya itu. "Ini belum termasuk yang tidak tertangkap pantauan kami. Juga belum termasuk pertanggungjawaban komando, dan pihak yang menyediakan fasilitas," sambungnya.
Soal identitas detail ke-16 orang itu, Airlangga mengaku belum tahu asal satuan mereka. Tapi satu hal dia pastikan: "Dari 16 orang itu, setidaknya ada keterlibatan sipil di dalamnya."
Pernyataan ini tentu menambah dimensi baru pada kasus yang sudah pelik ini. Keterlibatan sipil mengisyaratkan bahwa jaringan pelakunya mungkin lebih luas dan rumit dari yang dibayangkan.
Artikel Terkait
TAUD Pertanyakan Pelimpahan Kasus Penyekapan Andrie Yunus ke Puspom TNI
ASN Tangerang Selatan Laporkan Atasan ke Polisi Diduga Aniaya Terkait Utang
Pemerintah Pastikan Sekolah Tetap Tatap Muka Penuh Meski Ada Kebijakan Penghematan Energi
Herdman Soroti Minim Kreativitas, Nantikan Miliano dan Marselino