Di sisi lain, tiga prajurit lain yang terluka segera mendapat pertolongan medis darurat. Evakuasi dilakukan cepat; helikopter UNIFIL langsung diterbangkan ke lokasi untuk membawa mereka keluar dari zona berbahaya. Kantor Berita Nasional Lebanon sendiri menyebut serangan itu memang secara spesifik menargetkan markas unit Indonesia di Desa Adshit Al Qusayr.
Respons dari Jakarta pun datang dengan nada keras. Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Luar Negeri tak main-main menyikapi insiden memilukan ini.
Begitu bunyi pernyataan resmi Kemlu RI yang dikeluarkan Senin (30/3/2026). Mereka juga menyampaikan duka yang mendalam. Penghormatan tertinggi diberikan untuk pengabdian sang prajurit dalam misi mulia menciptakan perdamaian dunia, yang justru berakhir tragis di medan tugas.
Kini, yang tersisa adalah duka bagi keluarga di Kulon Progo dan pertanyaan besar tentang bagaimana insiden seperti ini bisa terjadi terhadap pasukan yang bertugas di bawah bendera PBB.
Artikel Terkait
Stok Beras Pemerintah Capai Rekor 4,3 Juta Ton, Harga Terkendali
Pemerintah Belum Ubah Batas Harga Tiket Pesawat Meski Tekanan Biaya Operasional Meningkat
Komnas HAM Kaji Berbagai Opsi Penanganan Kasus Penyiranan Aktivis KontraS
Prabowo Undang Pengusaha Jepang Tingkatkan Investasi di Indonesia