Ketidakpastian negosiasi AS-Iran terus jadi momok, meski Iran dikabarkan mengizinkan beberapa kapal melintas di Selat Hormuz. Yang bikin was-was, Presiden AS Donald Trump baru saja memperpanjang batas waktu serangan hingga 6 April mendatang. Isu penambahan 10.000 pasukan AS dan serangan Houthi ke Israel semakin memperkeruh suasana, meningkatkan kekhawatiran akan perang berkepanjangan.
Konflik yang berlarut-larut ini bukan cuma soal kenaikan harga minyak. Ketersediaan pasokan global pun ikut dipertanyakan. Beberapa negara Asia bahkan sudah mulai bicara soal krisis BBM. Kalau situasi ini meluas dan berlangsung lama, dampaknya bisa serius: perlambatan ekonomi global dan ancaman stagflasi yang nyata.
Di sisi domestik, pasar juga sedang menunggu. Sejumlah data kunci seperti PMI Manufaktur, neraca perdagangan, dan inflasi akan dirilis Rabu besok. BEI juga berencana merevisi aturan papan pemantauan khusus di kuartal kedua tahun ini.
Dengan semua ketidakpastian itu, tim riset Phintraco melihat investor memilih untuk bermain aman.
Begitu bunyi catatan mereka hari ini. Nada pesimis itu jelas terasa, menggambarkan suasana hati pasar yang sedang tidak karuan.
Catatan: Informasi ini disajikan untuk tujuan pengetahuan, bukan rekomendasi membeli atau menjual. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab penuh investor.
Artikel Terkait
Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon Selatan, Indonesia Kecam Keras
Indonesia dan Jepang Resmikan Kerja Sama Formal Bidang Pariwisata
Kecelakaan Mudik Lebaran 2026 Turun, Angka Kematian Anjlom 31 Persen
Harga Cabai dan Daging Turun Signifikan di Awal Pekan