MHPArena di Stuttgart bakal jadi saksi duel panas nanti malam. Jerman dan Ghana, dua tim yang sudah mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026, bakal bentrok dalam laga uji coba yang sarat tekanan. Bagi keduanya, ini lebih dari sekadar pertandingan persahabatan. Ini soal memperbaiki pertahanan yang tampak rapuh.
Jerman baru saja meraih kemenangan pertama mereka atas Swiss dalam 17 tahun terakhir, dengan skor tipis 4-3. Hasilnya sih menang, tapi performa mereka jauh dari memuaskan. Serangan sebenarnya tak jadi masalah besar, terutama dengan kehadiran Florian Wirtz yang brilian. Masalahnya justru ada di belakang. Pertahanan mereka kebobolan tiga gol dari Swiss, dan itu jelas jadi alarm buat Julian Nagelsmann.
Di sisi lain, situasi Ghana bahkan lebih memprihatinkan. Mereka baru dihajar Austria dengan skor telak 5-1. Kekalahan itu jadi pukulan berat bagi persiapan Otto Addo, apalagi waktu menuju Piala Dunia 2026 semakin mepet. Kekalahan itu juga melengkapi tiga kekalahan beruntun Black Stars. Jadi, wajar kalau laga ini dianggap sangat krusial bagi mereka.
Otto Addo sendiri berusaha mengambil sisi positif dari kekalahan memalukan itu. Bagi sang pelatih, itu adalah kemunduran yang harus dipelajari, bukan alasan untuk panik dan mengubah semua rencana. Dia mendesak anak asuhnya untuk lebih tahan banting dan menunjukkan perkembangan.
"Ini tugas saya. Saya selalu berusaha memberikan energi positif ke pemain, bahkan saat kita kalah. Analisis pertandingan lawan Austria harus kita lakukan dengan cermat, meski waktu kita sangat terbatas," ujar Addo.
Dia menekankan bahwa perbaikan di sektor pertahanan adalah hal yang paling mendesak. "Kita harus membenahinya. Dan harus cepat. Saya yakin tim ini punya kualitas untuk bisa bersaing dengan Jerman," tegasnya lagi.
Addo juga menyoroti soal mental pemainnya. Menurut dia, kepercayaan diri yang kurang itu terlihat jelas. Tim harus membawa sikap yang benar-benar siap tempur kalau ingin tampil kompetitif melawan Der Panzer.
"Saya tahu kita bisa bermain bagus melawan Jerman. Pemain juga harus percaya itu. Dalam hal semangat, saya tetap bangga dengan tim," katanya, mencoba menebar optimisme di tengah situasi yang suram.
Kembali ke kubu Jerman, Nagelsmann punya pekerjaan rumah yang tak kalah rumit. Selain membetulkan lini belakang, dia masih harus memikirkan komposisi terbaik untuk lini depan. Saat melawan Swiss, Kai Havertz yang ditugaskan sebagai ujung tombak. Giliran ada pergantian, yang masuk justru Nick Woltemade, bukan Deniz Undav. Padahal, pemain Stuttgart itu adalah pencetak gol terbanyak kedua di Bundesliga musim ini.
Nagelsmann punya alasan sendiri. Dalam sebuah wawancara, dia bilang kalau Woltemade sedang mengalami masa sulit di klubnya, Newcastle. Dia berharap bisa memulihkan kepercayaan diri sang pemain lewat timnas.
Artikel Terkait
Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon Selatan, Indonesia Kecam Keras
Indonesia dan Jepang Resmikan Kerja Sama Formal Bidang Pariwisata
Kecelakaan Mudik Lebaran 2026 Turun, Angka Kematian Anjlom 31 Persen
Harga Cabai dan Daging Turun Signifikan di Awal Pekan