Perlu diingat, pilihan pelanggan sebenarnya sudah menyusut sejak 2023 lalu. Kala itu, Netflix menghapus paket dasar tanpa iklan. Alhasil, sekarang pilihannya cuma dua: paket standar dengan iklan, atau langsung loncat ke premium yang harganya lebih tinggi. Platform yang kini menaungi lebih dari 325 juta pelanggan global ini memang sedang mengubah strategi.
Menurut analis dari TD Cowen, penyesuaian harga terbaru ini bakal mendongkrak pendapatan rata-rata per pengguna di AS dan Kanada. Estimasi kenaikannya sekitar 6 persen secara tahunan pada 2026. Sebelumnya, Netflix terakhir menaikkan harga di awal tahun 2025.
Dari laporan keuangan, kinerja Netflix terbilang solid. Untuk kuartal Oktober-Desember, mereka meraup pendapatan USD 12,1 miliar. Angka itu sedikit mengungguli proyeksi yang dibuat para analis pasar.
Di sisi lain, langkah strategis Netflix juga terlihat dari keputusannya mundur dari proses akuisisi aset Warner Bros. pada Februari lalu. Mundurnya Netflix membuka jalan bagi Paramount Skydance untuk mengambil alih studio legendaris itu dengan kesepakatan fantastis senilai USD 110 miliar.
Artikel Terkait
INSA Serap Inovasi Otomatisasi dan Dekarbonisasi dari Galangan Kapal Singapura
Prabowo Bahas Proyek Energi dan KEK Baru dengan Investor Legendaris Ray Dalio
Ribuan Suporter Timnas Indonesia Padati GBK Jauh Sebelum Laga Kontra Saint Kitts and Nevis
KAI Logistik Catat Lonjakan 57% Pengiriman Hewan Peliharaan Saat Mudik Lebaran