Namun begitu, angka 171 ribu itu perlu dilihat lebih jeli. Menurut Rivan, itu belum sepenuhnya menggambarkan arus balik jarak jauh. Sebagian justru berasal dari perjalanan silaturahmi jarak dekat, misalnya dari Jakarta ke Bandung atau kota penyangga lainnya.
Dalam kondisi normal, volume harian kendaraan masuk Jakarta ya berkisar 150-160 ribu. Cukup padat, tapi masih teratur. Yang jadi perhatian sekarang adalah distribusi arus balik di tanggal 26 dan 27 Maret. Kalau di dua hari itu arusnya terlalu landai alias sepi, maka potensi penumpukan justru akan terjadi pada tanggal 29.
"Kalau masuknya terlalu landai di tanggal 26-27, potensi peningkatan di tanggal 29 akan muncul," jelas Rivan.
"Tapi prediksi sementara kami, sesuai tren saat ini, ya sekitar 250 ribuan lah di tanggal 29 nanti. Soalnya, tanggal 30 pun masih ada yang pulang."
Jadi, buat yang belum berangkat, bersiaplah. Puncak arus balik rupanya masih menunggu di penghujung pekan.
Artikel Terkait
Menhub Kaji Penguatan Aturan Truk Tiga Sumbu Usai Temukan Pelanggaran
China Umumkan 10 Kemajuan Sains Teratas 2025, Termasuk Sampel Bulan dan Reaktor Fusi
Iran Tegaskan Tolak Negosiasi dengan AS, Sebut Perang Akan Berlanjut
ASDP Terapkan Layanan 24 Jam di Pelabuhan Timur untuk Arus Mudik Lebaran