Malam itu, di penghujung libur Lebaran 2026, jalanan menuju Lingkar Gentong lebih mirip tempat parkir panjang. Arus balik memuncak, dan kemacetan mencekik ruas jalan sepanjang hampir 10 kilometer itu. Dari Pos Lantas Panyusuhan di Ciawi, antrean kendaraan sudah mengular jauh, merayap pelan hingga ke Simpang Sukamantri.
Lajur kendaraan tersendat parah. Setelah Alun-alun Ciawi, kendaraan cuma bisa lewat satu jalur. Situasi makin runyam begitu sampai di Simpang Pamoyanan. Di titik ini, jalan menyempit jadi "bottleneck", ditambah lagi dengan riuhnya arus dari persimpangan. Kendaraan roda empat dan bus terlihat paling menderita, nyaris tak bergerak.
Memasuki kawasan Lingkar Gentong bawah, suasana tambah suram. Kendaraan cuma bisa melangkah sesekali, lebih banyak diam. Puncak penderitaan ada di tanjakan Lingkar Gentong. Banyak mobil dan bus kesulitan menanjak, mesin menggerung, hingga akhirnya mematikan total arus lalu lintas di belakangnya.
Kemacetan merambat terus ke arah Simpang Wage dan Letter U Gentong. Ternyata, sumber masalahnya adalah sebuah bus yang mogok dan memblokir jalur. Bus itu mengangkut penumpang arus balik, dan sudah berjam-jam teronggok di tempat.
"Sudah berjam-jam mogok ini bus. Kami awalnya mau one way jadi di-pending karena bus mogok,"
kata Aiptu Dartono, petugas Satlantas yang sibuk mengurai kemacetan di lokasi kejadian, Selasa (24/3) petang.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp 7.000 per Gram, Buyback Melonjak Rp 27.000
Presiden Iran Serukan Solidaritas Muslim Hadapi Agresi AS dan Israel di Pidato Nowruz
AS Siap Kerahkan Ribuan Pasukan Elite ke Timur Tengah untuk Operasi Melawan Iran
Dua Muda-Mudi Tewas Diduga Keracunan Gas di Mobil Terparkir di Pidie Jaya