Tak cuma itu, Jasa Marga juga mendukung sistem buka-tutup di rest area KM 62B arah Jakarta. Tujuannya jelas: menjaga kelancaran arus lalu lintas dan menghindari antrean kendaraan yang mengular masuk ke area istirahat.
Rivan mengingatkan hal yang kerap diabaikan: persiapan. Dia menyarankan pengendara untuk merencanakan waktu dan lokasi istirahat sebelum masuk ruas tol. Kalau rest area dalam tol sudah penuh, lebih baik keluar lewat akses terdekat dan cari tempat di luar.
“Atur perjalanan dengan baik. Tentukan kapan dan di mana akan beristirahat sebelum masuk ke jalan tol,” tambahnya.
Di balik layar, koordinasi dengan kepolisian terus berjalan. Pengalihan kendaraan barang, khususnya di titik rawan seperti Gerbang Tol Palimanan, dilakukan berdasarkan aturan SKB. Pengemudi kendaraan berat sumbu tiga atau lebih diminta patuh pada pembatasan operasional yang berlaku 13 hingga 29 Maret 2026.
Ada imbauan lain. Rivan berharap masyarakat bisa mengatur waktu pulang agar tidak membanjiri jalan pada puncak arus balik, yaitu tanggal 24, 28, dan 29 Maret. Manfaatkan saja masa Work From Anywhere (WFA) tanggal 25-27 Maret. Bonusnya, ada diskon tarif tol 30% di 9 ruas strategis Jasa Marga Group pada 26-27 Maret. Lumayan, kan?
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Rebut Podium Moto3 Brasil di Lap Terakhir
Dubes Israel Tegaskan Serangan ke Iran Akan Berlanjut, Tolak Dialog AS-Iran
Pengamat Usulkan Ganjil Genap di Jalur Non-Tol untuk Antisipasi Macet Arus Balik 2026
Trump Klaim Negosiasi Rahasia dengan Iran untuk Kendalikan Selat Hormuz