Libur Lebaran 2026, dan Taman Margasatwa Ragunan tetap jadi magnet utama bagi warga Jakarta. Tren kunjungannya terus naik, bahkan hingga hari ketiga lebaran, Selasa (24 Maret 2026). Ramainya bukan main.
Wahyudi Bambang, Kepala Humas Ragunan, membeberkan datanya. Di hari pertama buka, pengunjung langsung membludak mencapai 72 ribu orang. Angka itu kemudian melonjak di hari kedua, menyentuh sekitar 80 ribu.
“Untuk hari ini masih tinggi ya,” ujar Bambang saat ditemui di lokasi, Selasa siang.
“Data jam 11.00 WIB sudah 40.000 pengunjung masuk ke Ragunan dan masih panjang perjalanannya sampai pukul 16.00.”
Dia yakin angka hari ketiga ini akan tetap tinggi sampai tutup. Libur yang cuma delapan hari, menurutnya, jadi salah satu pemicu antusiasme warga. Target pengelola? Empat ratus ribu pengunjung selama periode libur penuh. Dan baru sampai hari ketiga saja, angka kumulatifnya sudah tembus lebih dari 160 ribu orang. Cukup fantastis.
Operasional kebun binatang ini berjalan dari pukul enam pagi sampai empat sore, mulai 22 hingga 29 Maret. Lonjakan diprediksi bakal terus berlanjut.
“Sampai tanggal 29, kami memperkirakan itu terakhir untuk pengunjung,” jelas Bambang.
“Karena tanggal 30 kemungkinan sudah masuk sekolah, sudah masuk kerja, jadi setelah tanggal 30 sudah mulai normal kembali.”
Kalau soal spot favorit, Pusat Primata Schmutzer selalu jadi incaran. Lalu kandang gorila, komodo yang mengesankan, sampai gajah dan jerapah. Satwa baru seperti kapibara juga menarik perhatian. Tak ketinggalan area satwa karnivora yang selalu bikin penasaran.
Pengelola juga menyiapkan hiburan yang mendidik. Bukan sirkus, tapi lebih ke edukasi langsung.
“Atraksi yang sifatnya bukan seperti sirkus, tapi hanya edukasi seperti feeding time dan keeper talk,” paparnya.
“Itu adalah jadwal pemberian makan oleh petugas sekaligus ada penjelasan atau edukasi yang dilakukan.”
Di sisi lain, untuk mengatasi membludaknya kendaraan, pengelola sudah siaga. Mereka menyiapkan 27 titik kantong parkir tambahan, sebuah antisipasi yang dirancang sejak Ramadan lalu.
“Antisipasi ini sudah kita lakukan memasuki bulan puasa kemarin,” kata Bambang.
“Kita menyiapkan ada sekitar 27 titik tambahan untuk kantong parkir roda 4 dan roda 2.”
Kapasitasnya cukup besar: bisa menampung sekitar 5.000 mobil dan 20.000 motor. Mereka bahkan memanfaatkan jalan utama di dalam area sebagai tempat parkir darurat. Kalau sampai penuh, pengunjung terpaksa harus cari tempat di luar kawasan.
“Pengunjung dipersilakan mungkin cari parkir di luar atau biasanya juga warga sekitar akan menyediakan tempat parkir tambahan,” tuturnya.
Sejauh ini, situasi masih bisa dikendalikan. Meski ramai, tidak ada penumpukan kendaraan yang parah. Pantauan di lapangan hingga sore hari menunjukkan kondisi parkir sudah bersih.
Pada pukul setengah sebelas pagi, suasana di dalam Ragunan sangat hiruk-pikuk. Mayoritas pengunjung datang berombongan dengan keluarga. Kepadatan juga merambat ke jalan di sekitarnya, seperti Jalan Harsono RM menuju pintu utara. Arus dari utara ke selatan macet mengular, antreannya mencapai sekitar satu setengah kilometer. Arah sebaliknya? Lumayan lancar.
Artikel Terkait
Aether AI Jalin Kemitraan Strategis dengan Crawford Software untuk Ekspansi ke Pasar AS dan Asia
Survei: 98% Masyarakat Indonesia Percaya Perubahan Iklim Terjadi, Pemerintah dan Dunia Usaha Percepat Ekonomi Hijau
Pengusaha Tolak Rencana Penerapan Skema Kontrak Bagi Hasil Ala Migas di Sektor Tambang Minerba
MNC Digital Resmi Luncurkan V+Short, Platform Micro Drama Premium untuk Pasar Global