Stiglitz Peringatkan Ancaman Stagflasi di AS Akibat Eskalasi Perang Timur Tengah

- Minggu, 22 Maret 2026 | 01:30 WIB
Stiglitz Peringatkan Ancaman Stagflasi di AS Akibat Eskalasi Perang Timur Tengah

Bagi Stiglitz, AS adalah negara yang paling rentan. Profesor Universitas Columbia ini mengingatkan pada era 1970-an, ketika guncangan harga minyak memicu stagflasi parah. "Risiko stagflasi tampaknya cukup tinggi bagi AS," ujarnya. Pengalamannya sebagai kepala ekonom Bank Dunia dan ketua dewan penasihat ekonomi di era Presiden Bill Clinton membuat analisisnya sulit diabaikan.

Namun begitu, situasi di kawasan lain belum tentu sama. Stiglitz menilai prospek untuk negara-negara di luar AS tidak begitu jelas, bergantung pada struktur dan ketahanan ekonomi masing-masing.

Jadi, ancamannya nyata. Dan semua mata kini tertuju pada bagaimana pemerintah AS merespons badai ekonomi yang mungkin akan segera datang.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar