Namun begitu, yang menarik perhatian adalah komitmen PLN untuk membuat program ini ramah lingkungan. Mereka tak cuma mengangkut orang.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan penghitungan jejak karbon secara detail. Hitung-hitungannya begini: seandainya semua pemudik ini pakai kendaraan pribadi berbahan bakar minyak, emisi yang dihasilkan bisa mencapai 578 ton CO2e. Berkat peralihan ke transportasi massal kereta, bus, kapal angka itu bisa ditekan jadi 392 ton CO2e.
Tapi langkahnya tak berhenti di situ.
PLN kemudian melakukan carbon offset sebesar 392 ton CO2e yang bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Gunung Wugul. Hasilnya? Program ini klaim berjalan dengan status nol emisi atau Net Zero Emission.
Ucap Darmawan menegaskan komitmen itu. Jadi, selain membantu mobilitas dan mengurangi kemacetan, program mudik gratis tahun ini juga punya nilai tambah: keberlanjutan. Sebuah upaya kecil yang, jika konsisten, bisa memberi dampak besar.
Artikel Terkait
Pemudik Tersesat Ikuti Google Maps, Terperosok ke Jurang di Tasikmalaya
Takbiran di Jakarta: Gemerlap Perayaan dan Kisah Perempuan Perantau yang Pilih Tak Mudik
Penjualan Tiket Mudik KAI 2026 Tembus 82%, Okupansi Kereta Jarak Jauh Lampaui 100%
Gubernur DKI dan Wagub Akan Salat Idulfitri di Balai Kota, KH Maruf Amin Jadi Khatib