Presiden AS Donald Trump tak ragu lagi menunjukkan rasa kesalnya. Pada hari Selasa, ia melontarkan kritik pedas terhadap sekutu-sekutu NATO. Menurutnya, mereka tidak kunjung mendukung seruannya untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz.
"Kita tidak lagi 'membutuhkan,' atau menginginkan, bantuan negara-negara NATO KITA TIDAK PERNAH MEMBUTUHKANNYA!"
Begitu kicauannya di platform media sosial Trump Social, dengan nada yang terasa panas. Tak berhenti di situ, Trump juga menyampaikan kekecewaannya langsung kepada para wartawan.
Memang, Inggris dan Prancis sempat memberi isyarat terbuka untuk berdiskusi dengan Washington. Namun begitu, beberapa sekutu kunci AS seperti Jerman dan Jepang justru menolak seruan Trump itu. Sebelumnya, Trump sudah berulang kali bersikukuh bahwa Amerika Serikat mampu membuka kembali jalur kapal tanker itu tanpa bantuan siapapun. Katanya, banyak negara yang sebenarnya sudah menyatakan kesediaan mereka untuk membantu.
Di tengah ketegangan geopolitik ini, pasar energi bereaksi. Harga minyak melesat. Kontrak berjangka minyak Brent naik 3,4 persen ke level USD103,64 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate menguat 3,3 persen menjadi USD95,47 per barel.
Kalau dirunut, kenaikan ini cukup dramatis. Sejak serangan gabungan AS-Israel ke Iran mulai akhir Februari lalu, harga minyak dunia sudah melonjak lebih dari 40 persen. Situasi makin runyam setelah sebuah insiden terjadi Selasa pagi.
Artikel Terkait
Bank Raya Siapkan Layanan 24 Jam dan Tarik Tunai Tanpa Kartu untuk Libur Panjang 2026
Bus Tabrak Pikap Mogok di Tol Pejagan-Pemalang, 1 Tewas dan 33 Luka-luka
Bapanas Klaim Stok Daging Nasional Aman Tiga Kali Lipat Jelang Lebaran
Kemenhub Siap Beri Sanksi Tegas untuk OTA yang Main-Main dengan Tarif