Dia nambahin, pemerintah memastikan semua aspek udah siap. Dari lahan, kelompok tani, sampai ekosistem industrinya. Semua harus berjalan beriringan biar program ini sustainable, bisa jalan terus ke depannya.
Di sisi lain, pelaksana di lapangan juga punya cerita. Abdul Roni Angkat, Pelaksana Tugas Dirjen Perkebunan Kementan, bilang persiapannya dilakukan dengan pemetaan dan verifikasi langsung.
“Kami turun ke daerah untuk pastikan kesiapan, petakan potensi lahan, dan koordinasi dengan semua pihak. Prosesnya emang nggak gampang, tapi ini langkah penting biar semuanya bisa optimal,” jelas Roni.
Selain soal budidaya, upaya pengembangan produk turunan juga digenjot. Gula dari tebu, aneka olahan kelapa, cokelat premium dari kakao, sampai produk rempah olahan dari pala dan lada. Potensinya luas banget.
Harapannya sih, dengan strategi ini, subsektor perkebunan bisa naik kelas. Nggak cuma jadi penyedia bahan baku, tapi berkembang jadi industri bernilai tambah tinggi. Kalau berhasil, peluang usaha baru bakal terbuka dan kesejahteraan jutaan pekebun di pelosok negeri pun bisa ikut terdongkrak. Impian yang cukup ambisius, tapi layak diperjuangkan.
Artikel Terkait
Bus Tabrak Pikap Mogok di Tol Pejagan-Pemalang, 1 Tewas dan 33 Luka-luka
Bapanas Klaim Stok Daging Nasional Aman Tiga Kali Lipat Jelang Lebaran
Kemenhub Siap Beri Sanksi Tegas untuk OTA yang Main-Main dengan Tarif
Pengamat: Dorongan Prabowo ke Kompor dan Kendaraan Listrik Perkuat Ketahanan Energi