Ratna Listy Nyaris Celaka di Tol Cipali, Ban Mobil Hancur Seperti Kerupuk

- Senin, 08 Desember 2025 | 11:30 WIB
Ratna Listy Nyaris Celaka di Tol Cipali, Ban Mobil Hancur Seperti Kerupuk

Hampir celaka di jalan tol, itu yang dialami presenter Ratna Listy. Mobil yang ditumpanginya mengalami pecah ban di KM 95 Tol Cipali, sebuah kejadian yang ia sebut di luar nalar.

Lewat akun Instagramnya, @ratna_listy, ia membagikan foto kondisi ban yang benar-benar hancur. "Benar-benar kejadian di luar nalar," tulis Ratna dalam unggahannya.

"Ban masih bagus, umur belum tua, tiba-tiba pecah dan hancur seperti kerupuk begini."

Ratna sendiri sedang dalam perjalanan dari Jakarta menuju Madiun. Menurut pengakuannya, mobil saat itu tidak melaju dengan kecepatan tinggi. Tapi tiba-tiba saja, ban mobilnya pecah berantakan.

"Pelan-pelan, padahal kita nggak terlalu kenceng juga," ujarnya.

Untungnya, sang pengemudi bisa mengendalikan mobil dan berhenti di bahu jalan. Situasi makin tertolong dengan kedatangan petugas derek dari Astra Tol Cipali yang segera mengamankan kendaraan.

Mereka juga membantu menjaga lalu lintas agar tak terganggu. "Serem ya kalau lihat penampakan bannya," lanjut Ratna. "Sepertinya mustahil kita selamat jika bukan karena pertolongan Allah."

Yang menarik, Ratna mengaku sempat mendapat firasat sebelum kejadian. Sebuah piring tiba-tiba pecah di dapur rumahnya. Bagi dia, itu adalah pertanda.

"Biasanya ini merupakan firasat, pertanda agar kita waspada. Ternyata ini yang terjadi," tulisnya.

Meski begitu, ia merasa bersyukur. Seluruh penumpang dalam mobil tetap tenang, tidak ada yang panik. Situasi itu, menurutnya, mencegah hal yang lebih buruk.

"Alhamdulillah, Allah masih melindungi kami. Coba kalau ga sempat berhenti, bisa-bisa keburu meledak mobilnya," tambah Ratna.

Kejadian ini tentu jadi pengalaman menegangkan. Sekaligus pengingat untuk selalu waspada di perjalanan, apalagi di jalan tol yang ramai.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar