Mekanismenya, Danantara melalui PT Danantara Investment Management (DIM) menyusun sebuah Daftar Penyedia Terverifikasi (DPT). Intinya, ini semacam daftar prakualifikasi. Perusahaan-perusahaan yang memenuhi syarat akan masuk ke dalamnya.
Nantinya, mereka yang lolos seleksi berpeluang diajak kerja sama lebih lanjut sebagai mitra strategis untuk pengembangan proyek-proyek WtE ke depannya.
Fadli berharap inisiatif ini bisa memancing ketertarikan lebih banyak investor, termasuk dari skala global. Tujuannya ganda: mengatasi persoalan sampah yang sudah darurat sekaligus mendorong transisi energi hijau yang berkelanjutan. Harapannya, solusinya tidak datang setengah-setengah.
Jadi, bagi perusahaan yang punya kapasitas dan teknologi di bidang ini, pintunya kembali terbuka. Proses seleksi gelombang kedua ini bisa jadi kesempatan untuk terlibat dalam proyek strategis nasional yang dampaknya langsung terasa.
Artikel Terkait
Nvidia Perkenalkan DLSS 5 dan Sistem Vera Rubin di GTC Conference
Presiden Dewa United Pastikan Ivar Jenner Pulih, Siap Gabung TC Timnas
Kementan Gelontorkan Rp9,5 Triliun untuk Hilirisasi 7 Komoditas Perkebunan
Kementerian Kerahkan Pasukan Darat dan Heli Patroli Antisipasi Karhutla Riau Jelang Mudik