Lalu, bagaimana progres nyata di lapangan? Untuk ruas Padang–Bukittinggi, pekerjaan difokuskan di titik-titik yang pernah terdampak bencana. Selama periode H-10 hingga H 10 Lebaran nanti, jalur ini akan beroperasi 24 jam penuh. Progres fisik di Lembah Anai sendiri dikabarkan sudah mencapai 44 persen. Yang cukup signifikan, pekerjaan pondasi bore pile-nya bahkan sudah menyentuh angka 78 persen. Meski belum seratus persen selesai, jalur ini tetap akan dibuka untuk melayani arus mudik.
Tak cuma itu, Jembatan Kembar Margayasa juga akan dioptimalkan fungsinya untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas.
Di sisi lain, kondisi agak berbeda terlihat di jalur Sitinjau Lauik. Di sana, pembangunan flyover masih berlangsung. Nah, untuk mengakalinya, BPJN Sumatera Barat melakukan rekayasa teknis. Caranya dengan menggeser pembatas (barrier) ke arah drainase, sehingga ruang untuk kendaraan tetap lega selama musim mudik. Langkah ini diharapkan bisa menjaga kapasitas jalan tetap memadai.
Persiapan juga melibatkan kesiapsiagaan peralatan. Kementerian PU menyiagakan puluhan unit alat berat tepatnya 40 unit untuk mengantisipasi gangguan darurat. Mulai dari longsor, pohon tumbang, sampai hal-hal tak terduga lain yang berpotensi mengganggu perjalanan pulang kampung masyarakat.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman Menjelang Lebaran 2026, Harga Cabai Mulai Turun
Trump Kritik Sekutu NATO Soal Selat Hormuz, Harga Minyak Melonjak
Nvidia Perkenalkan DLSS 5 dan Sistem Vera Rubin di GTC Conference
Presiden Dewa United Pastikan Ivar Jenner Pulih, Siap Gabung TC Timnas