“Kemudian juga logistiknya, jalur-jalur evakuasinya, negara mana yang wilayah udaranya terbuka mana yang tertutup, perjalanan mana yang harus dilakukan dan sebagainya,” tutur Sugiono, menggambarkan kerumitan yang dihadapi.
Namun begitu, pekerjaan belum selesai. Dari gelombang pertama ini, ternyata masih ada sepuluh WNI lagi yang akan menyusul pulang besoknya. Bahkan, untuk gelombang kedua, sudah ada tiga puluh enam orang yang mendaftar. Angka itu menunjukkan betapa banyak warga kita yang ingin segera keluar dari zona konflik.
Di akhir pernyataannya, Sugiono menyelipkan imbauan penting. Ia meminta warga yang berniat ke Timur Tengah untuk benar-benar mempertimbangkan situasi. “Jika dianggap tidak mendesak atau tidak perlu, saya kira sebaiknya dibatasi sampai keadaan dan situasi benar-benar memungkinkan,” pesannya.
Pesan itu terdengar sederhana, tapi punya bobot yang berat. Sementara dua puluh dua warga itu kini sudah bernapas lega di rumah, ancaman di tanah jauh masih terus membara. Dan pemerintah masih punya tugas besar untuk memulangkan puluhan warga lainnya yang masih menunggu.
Artikel Terkait
Kemenag Siapkan Ribuan Rumah Ibadah Buka 24 Jam untuk Pemudik Lebaran 2026
OJK Cabut Izin BPR Koperindo Jaya, LPS Siap Lakukan Likuidasi
PSIM Bangga Kiper Cahya Supriadi Dipanggil Timnas oleh Herdman
Jasa Marga Pastikan Diskon 30% Tarif Tol Lebaran 2026 Tak Ganggu Kinerja