BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Sejumlah Wilayah 9-12 Maret

- Senin, 09 Maret 2026 | 06:20 WIB
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Sejumlah Wilayah 9-12 Maret

Jakarta diguyur hujan sejak pagi tadi. Tapi ternyata, ini baru permulaan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja mengeluarkan peringatan dini. Mereka memprediksi potensi hujan, mulai dari rintik-rintik hingga lebat, bakal melanda sebagian besar wilayah Indonesia dari tanggal 9 sampai 12 Maret 2026. Yang perlu diwaspadai, hujan ini kemungkinan besar ditemani angin kencang.

Lantas, apa penyebabnya? Menurut analisis BMKG, ada beberapa faktor yang berkolaborasi. Dinamika atmosfer dari skala global sampai lokal sedang ramai-ramainya. Monsun Asia disebut-sebut akan menguat. Tak hanya itu, fenomena seruakan dingin atau cold surge juga diprediksi bakal signifikan dalam beberapa hari ke depan.

“Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi masih berada pada fase 5 (Maritime Continent) dalam sepekan ke depan, sehingga berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di Indonesia Timur,”

Begitu bunyi keterangan resmi BMKG yang dirilis Senin (9/3/2026).

Nah, selain MJO, ada lagi fenomena lain yang turut memperkuat. Gelombang Kelvin diprediksi aktif di beberapa wilayah, seperti Aceh, Sumatra Utara, hingga sebagian Kalimantan dan Sulawesi. Di sisi lain, Gelombang Equatorial Rossby juga ikut meramaikan kondisi di NTB, NTT, Maluku, dan hampir seluruh Papua.

“Adanya kombinasi fenomena ini berpotensi memicu peningkatan curah hujan di daerah-daerah tersebut,”

jelas BMKG.

Dengan kondisi seperti ini, kewaspadaan harus ditingkatkan. BMKG secara khusus mengimbau masyarakat. Cuaca ekstrem berpotensi memicu bencana hidrometeorologi banjir, tanah longsor, atau pohon tumbang jadi ancaman nyata, terutama di daerah yang curah hujannya tinggi.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar