Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memicu kekhawatiran. Bukan cuma di peta geopolitik, tapi juga di sektor riil seperti properti. Menurut Ferry Salanto dari Colliers Indonesia, dampaknya memang ada, tapi lebih bersifat tidak langsung. Ia bilang, guncangan itu merambat lewat saluran-saluran makroekonomi yang kadang tak terlihat jelas.
Lalu, bagian mana dari pasar properti yang paling rentan? Ferry menyebut beberapa segmen.
Pertama, apartemen kelas menengah ke atas yang banyak diborong investor. Kemudian, properti yang pembeliannya spekulatif dibeli dengan harapan harga melambung cepat, bukan untuk ditinggali.
Di sisi lain, rumah tapak yang dibeli untuk ditempati sendiri relatif lebih tahan banting. Permintaannya berasal dari kebutuhan pokok, bukan spekulasi. Jadi, meski situasi sedang tak menentu, orang tetap butuh tempat tinggal.
Menariknya, kawasan industri yang ditopang manufaktur riil juga cenderung stabil. Apalagi kalau didukung investasi jangka panjang.
Artikel Terkait
Persib Jaga Momentum Tak Terkalahkan Hadapi Borneo di Puncak Klasemen
Prabowo Ingatkan Pengelola Danantara Jaga Amanah Aset Rp 16.000 Triliun
InJourney Airports Siapkan 37 Bandara Hadapi Lonjakan 9 Juta Pemudik Udara Lebaran 2026
Ketua DPR Iran Tegaskan Tidak Ada Gencatan Senjata dengan AS dan Israel