Data dari BPS sepertinya mendukung pernyataan itu. Hingga akhir Februari lalu, harga daging ayam ras nasional memang rata-rata Rp41.013 per kilo sedikit di atas acuan konsumen Rp40.000. Tapi jangan salah, tren penurunan justru terjadi di banyak daerah. Setidaknya ada 84 kabupaten dan kota yang catatan harganya untuk ayam ras sudah membaik.
Penurunan lebih masif justru terjadi pada komoditas hortikultura. Cabai rawit turun di 79 daerah, cabai merah di 128 wilayah. Bawang putih dan merah juga ikut merosot, masing-masing di 147 dan 227 kabupaten/kota. Angka-angka itu menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan.
Lalu bagaimana dengan inflasi secara keseluruhan? Ternyata masih terkendali. Komponen pangan volatil di Februari 2026 tercatat 2,50% secara bulanan, berkontribusi 0,41% terhadap inflasi umum. Secara tahunan, angkanya 4,64% masih aman dalam sasaran pemerintah 3-5%.
Kalau dibandingkan dengan Ramadan-Ramadan sebelumnya, kondisi tahun ini jelas lebih baik. Inflasi pangan tahunan di Ramadan 2022 lalu 5,48%, naik jadi 5,83% di 2023, dan bahkan pernah melonjak hingga 10,33% pada Ramadan tahun lalu. Jadi, stabilitas yang terjadi sekarang patut disyukuri, meski tentu pengawasan ketat tetap harus berjalan sampai Lebaran usai.
Artikel Terkait
Bank Dunia: Ukraina Butuh Dana Rp9.900 Triliun untuk Rekonstruksi Pascaperang
Melly Goeslaw Kirim Doa untuk Vidi Aldiano, Almarhum Berpulang Setelah Lama Lawan Kanker
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Setelah Berjuang Melawan Kanker Ginjal
Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Setelah Berjuang Melawan Kanker Ginjal