“Selain faktor kepadatan lalu lintas, kondisi pengemudi juga dinilai berpengaruh terhadap meningkatnya angka kecelakaan pada jam tersebut,”
Ungkap Sigit lagi. Intinya, bukan cuma soal ramainya jalan.
Lalu, apa penyebab utamanya? Ternyata, kesalahan paling dominan adalah gagal menjaga jarak aman. Kasusnya mencapai 1.156 kejadian. Penyebab lain yang juga sering ditemui adalah kelalaian memperhatikan kendaraan di depan, plus faktor kecepatan yang nggak terkontrol.
“Kelelahan dan mengantuk saat berkendara masih menjadi faktor yang sering memicu kecelakaan, terutama pada perjalanan jarak jauh,”
Paparnya menambahkan. Hal ini kerap dianggap sepele, padahal akibatnya bisa fatal.
Ke depan, hasil analisis ini bakal jadi peta jalan bagi kepolisian. Fokusnya adalah meningkatkan sosialisasi tentang keselamatan berlalu lintas, terlebih saat mendekati masa mudik dan arus balik dimana mobilitas melonjak tajam.
Upaya sosialisasi dan edukasi ke masyarakat akan terus digenjot. Tujuannya jelas: menekan angka kecelakaan lebih rendah lagi di tahun 2026. Caranya? Melalui kampanye keselamatan, pengawasan ketat di titik-titik rawan, dan tentu saja, meningkatkan intensitas patroli pada jam-jam yang berisiko tinggi tadi.
Artikel Terkait
Jet Tempur AS Ditembak Jatuh oleh Sistem Pertahanan Udara Kuwait
Serangan Drone Hentikan Sementara Operasional Kilang Ras Tanura, Harga Minyak Bergejolak
Presiden Prabowo Perintahkan Menko Pangan Pastikan Stok dan Harga Aman Jelang Ramadan-Lebaran
Pemerintah Andalkan Ramadan dan Stimulus untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi 2026