Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel Ganggu Lalu Lintas Minyak di Selat Hormuz

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 20:40 WIB
Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel Ganggu Lalu Lintas Minyak di Selat Hormuz

Pemicu semua ini jelas: serangan pre-emptive strike Israel dan AS terhadap Iran pada Sabtu pagi. Serangan itu bukan cuma menaikkan tensi konflik ke level baru, tapi juga yang lebih mengkhawatirkan merusak habis upaya diplomasi soal program nuklir Iran yang sudah alot itu.

Di tengah gejolak ini, posisi Selat Hormuz jadi kian krusial. Ini bukan selat biasa. Perairannya dalam dan lebarnya cukup, dirancang alam untuk dilintasi kapal-kapal raksasa pengangkut minyak. Fungsinya vital. Volume minyak yang mengalir lewat sini sangat besar, dan pilihan jalur alternatifnya sangat terbatas jika suatu saat selat ini benar-benar ditutup.

Angkanya mencengangkan. Menurut data EIA untuk tahun 2024, rata-rata 20 juta barel minyak melewati selat ini setiap harinya. Coba bayangkan, itu setara dengan 20 persen dari total konsumsi minyak seluruh dunia.

Nah, siapa pemain utamanya? Arab Saudi. Negeri Petro-Dolar ini adalah eksportir terbesar yang menggantungkan diri pada Selat Hormuz. Pada periode yang sama, aliran minyak Saudi yang melintas mencapai 5,5 juta barel per hari. Angka itu mencakup 38 persen dari total lalu lintas minyak di selat tersebut. Jadi, gangguan sekecil apa pun di sini, dampaknya akan bergema ke seluruh penjuru dunia.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar