Begitu pernyataan itu menegaskan. Nada ancamannya jelas, tak bisa disangkal.
Di sisi lain, Iran juga menyoroti peran Dewan Keamanan PBB. Mereka menekankan, dewan ini punya tanggung jawab besar. Harus segera mengambil langkah atas apa yang mereka duga sebagai pelanggaran perdamaian dan keamanan internasional. Iran secara khusus meminta Ketua dan seluruh anggota DK PBB untuk bertindak cepat menghadapi apa yang disebutnya "agresi terang-terangan" Israel.
Pernyataan itu tak berhenti di situ. Kedubes Iran di Jakarta juga melontarkan kritik yang lebih luas. Mereka menyoroti dugaan pelanggaran yang dilakukan AS dan Israel selama puluhan tahun terakhir melanggar Piagam PBB, hukum internasional, bahkan hak asasi manusia dan hukum humaniter. Bagi Iran, tindakan Washington dan Tel Aviv bukan cuma masalah bilateral. Ini ancaman serius yang bisa menggoyang stabilitas regional dan dunia.
Terakhir, ada harapan yang ditujukan ke Indonesia. Iran berharap pemerintah dan rakyat Indonesia, para tokoh politik, organisasi keagamaan dan Islam, kalangan kampus, hingga rekan-rekan media bisa bersuara lantang. Mengecam secara tegas dan terbuka dimulainya perang serta agresi terhadap wilayah mereka.
Suasana di Jakarta sendiri tampak tenang. Namun pernyataan diplomatik yang keras ini jelas menyisakan pertanyaan tentang bagaimana dinamika global akan bergerak ke depannya.
Artikel Terkait
Iran Balas Serangan, Rudal dan Drone Hantam Israel dan Pangkalan AS di Timur Tengah
Indonesia Siap Kawal Industri Panel Surya Hadapi Penyelidikan Antisubsidi AS
AS Bergabung dengan Israel Serang Iran, Kekuatan Militer Kedua Negara Jomplang
Menteri PU Targetkan 7.000 Lubang di Pantura Barat Jawa Tuntas Sebelum Lebaran 2026