"Polri akan memberikan sanksi yang tegas," tegasnya.
Di sisi lain, Kapolri ini juga punya harapan. Dia ingin masyarakat ikut serta menjaga agar demokrasi berjalan tertib dan aman. Kritik dari publik, dalam pandangannya, justru sesuatu yang vital. Itu adalah bahan evaluasi berharga agar Polri bisa lebih "Presisi" dan akhirnya dicintai rakyat.
Rasanya ada nuansa kerendahan hati dalam pesan penutupnya. Sigit seakan-akan menitipkan institusi yang dipimpinnya itu kepada publik.
"Kami titip tolong jaga, tolong kawal institusi kami, institusi Polri," pinta Sigit.
"Agar betul-betul bisa melaksanakan amanat reformasi, memberikan pelayanan terbaik, untuk terus bisa menjadi lebih baik sesuai harapan masyarakat."
Pernyataan itu disampaikan di hadapan audiens pada 26 Februari 2026. Sebuah pengakuan dan komitmen yang kini tinggal menunggu realisasi di lapangan.
Artikel Terkait
Putin Sambut Prabowo di Kremlin, Tekankan Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia
Timnas U-17 Indonesia Bantai Timor Leste 4-0 di Pembuka Piala AFF
Mendagri Tito Soroti Pengawasan Dana Otsus dan Keistimewaan, Sorot DIY Sebagai Model
Ekonom UI Proyeksikan Pertumbuhan Kuartal I 2026 Capai 5,54%, Tapi Peringatkan Pelemahan Daya Beli