MURIANETWORK.COM - Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat mencatat telah melakukan penanganan terhadap 1.743 pohon yang berpotensi membahayakan sepanjang tahun 2026. Tindakan pemangkasan hingga penebangan ini dilakukan sebagai respons atas laporan warga dan pemantauan lapangan, guna mengantisipasi risiko tumbangnya pohon terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi.
Respons Atas Aspirasi dan Pemantauan Warga
Kepala Sudin Tamhut Jakarta Pusat, Mila Ananda, menjelaskan bahwa langkah penanganan pohon rawan tumbang ini merupakan tindak lanjut konkret dari aspirasi masyarakat. Laporan warga yang masuk melalui berbagai kanal pengaduan, termasuk surat resmi, menjadi dasar penting bagi gerak cepat pihaknya.
"Termasuk dari hasil pemantauan lapangan," tutur Mila, Kamis (19/2/2026).
Pendekatan proaktif ini menunjukkan upaya untuk tidak hanya menunggu laporan, tetapi juga secara aktif mengidentifikasi potensi bahaya di seluruh penjuru ibu kota.
Rincian Teknis Penanganan Pohon
Dari ribuan pohon yang ditangani, penanganannya dilakukan dengan tingkat kerumitan yang berbeda-beda, disesuaikan dengan kondisi masing-masing pohon. Mila merinci bahwa sebanyak 1.040 pohon menjalani pemangkasan sedang, sementara 390 pohon lainnya memerlukan pemangkasan yang lebih berat. Untuk pohon dengan kondisi yang sudah sangat kritis dan mengancam keselamatan, dilakukan langkah terakhir berupa penebangan, yang jumlahnya mencapai 57 pohon.
"Pemangkasan dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya tumbang disebabkan kondisi hujan intensitas tinggi disertai angin," jelasnya.
Variasi tindakan ini mencerminkan pertimbangan yang matang antara upaya pelestarian hijau kota dan prioritas utama berupa keselamatan publik.
Tanggap Darurat untuk Pohon Tumbang
Selain upaya pencegahan melalui pemangkasan, tim juga dituntut untuk sigap menangani kejadian yang sudah terjadi. Sepanjang periode yang sama, tercatat 48 kasus pohon yang patah atau tumbang langsung di lapangan. Situasi darurat semacam ini memerlukan respons yang cepat dan terkoordinasi.
"Penanganan pohon sempal dan tumbang ditangani pasukan hijau dari sudin dan satpel di delapan kecamatan se Jakarta Pusat," ungkap Mila.
Keberadaan pasukan hijau yang tersebar di tiap kecamatan ini menjadi ujung tombak dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, memastikan gangguan lalu lintas atau potensi bahaya lain dapat segera diatasi.
Artikel Terkait
Trump Puji Prabowo sebagai Pemimpin Tangguh di Forum Perdamaian Washington
Presiden Prabowo Hadiri Peluncuran Dewan Perdamaian Gaza di Washington
BTN RUN 2026 Buka Pendaftaran, Targetkan 7.600 Peserta di Ancol
BI Salurkan Insentif Likuiditas Rp427,5 Triliun, Transmisi Suku Bunga ke Kredit Masih Terbatas