Namun begitu, ada cerita yang sedikit berbeda di lapangan. Meski persyaratan kredit secara umum cenderung dilonggarkan, bank-bank ternyata masih bersikap agak hati-hati. Khususnya untuk segmen yang dianggap berisiko lebih tinggi, seperti kredit UMKM dan konsumsi. Sikap selektif ini masih tampak jelas.
Tapi jangan salah, optimisme BI tidak lantas surut. Lembaga ini tetap yakin target pertumbuhan kredit tahun 2026 bisa tercapai.
Jadi, tantangannya sekarang jelas: bagaimana menggerakkan dana triliunan yang masih 'tidur' itu agar benar-benar bekerja mendorong roda perekonomian. Semua mata kini tertuju pada langkah koordinasi yang dijanjikan.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Pemotongan Gaji Pejabat Masih Wacana, Belum Diputuskan
Bank Indonesia Siap Setor Sisa Surplus Rp40 Triliun ke Pemerintah
Said Didu Klarifikasi Polemik EO Sarang Korupsi: Targetnya Oknum Pejabat, Bukan Pelaku Profesional
SKK Migas Targetkan Dua Pabrik LPG Baru Beroperasi April Ini