Nusantara62 – Berikut lanjutan Legenda Makam Ki Ageng Gedong Nungkulan, Cerita Rakyat Jawa Tengah:
Dia lupa diri oleh rayuan para penari cantik jelita.
Akibatnya dia kehilangan harta miliknya yang paling berharga bagi dirinya, yaitu Kuda Sembraninya.
Baca Juga: Cerita Rakyat Aceh, Dongeng Si Hitam Pekat, dari Melarat Menjadi Raja
Karena semuanya sudah terlanjur, akhirnya dia hanya menyerah kepada nasib dan berdoa agar Tuhan mengampuni dosa-dosanya.
Untuk menebus dosa dan kesalahannya itu, kuda putih yang mati akibat kelelahan itu dirawatnya baik-baik dan dikubur disitu dengan bantuan penduduk setempat.
Sebagai penghormatan, diatas kuburan itu dibuatkan rumah kecil (cungkup) yang dibuat dari kayu jati, kemudian dinamakan Makam Pundhen Kyai Gedong Nungkulan.
Baca Juga: Cerita Rakyat Kepulauan Kei, Kisah Ai Ngam Sorngai, Si Bungsu Alami Keanehan di Pantai, Bagian 1
Selesal upacara penguburan kuda tersebut, Kyal Ngendran mengumpulkan penduduk di sekitar tempat itu (di desa Nungkulan).
Setelah semuanya berkumpul berkatalah Kyai Ngendran kepada penduduk:
Pertama, semua anak cucu penduduk desa Nungkulan dilarang minun minuman keras atau arak atau minuman lain yang memabukkan.
Baca Juga: Legenda Gua Kunthi di Wonogiri, Cerita Rakyat Jawa Tengah, Putri Kediri, Ki Ageng Tapa, dan Larangan
Kedua, semua pembesar daerah, seperti Camat, Lurah, Panewu ke atas yang lewat di tempat makam tersebut, akan turun pangkatnya dan sengsara hidupnya.
Ketiga, semua anak cucu penduduk desa Nungkulan terdahulu di sekitar tempat itu dilarang memakai atau menggunakan pakaian berwarna hijau.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: nusantara62.com
Artikel Terkait
Puncak Arus Balik Libur Idul Adha, 41 Ribu Penumpang Kereta Tiba di Jakarta
Pemakaman Militer Ryamizard Ryacudu Berlangsung Khidmat di TMP Kalibata, Menhan Sjafrie Pimpin Upacara Penghormatan Terakhir
Jalan Lenteng Agung Raya Arah Selatan Ditutup Sementara Mulai Siang Ini untuk Perbaikan Jalan Ambles
Pertamina Patra Niaga Resmi Turunkan Harga Avtur 10 Persen per 1 Juni 2026