TEL AVIV Pemerintah Israel baru saja mengeluarkan ultimatum keras. Hamas diberi waktu 60 hari untuk menyerahkan seluruh persenjataannya. Ancaman yang menyertainya jelas: jika ditolak, serangan militer ke Jalur Gaza akan dilanjutkan.
Seperti dilaporkan The Times of Israel, pernyataan itu disampaikan Sekretaris Kabinet Israel, Yossi Fuchs.
"(Hamas) Harus menyerahkan semua senjata, termasuk senapan," tegas Fuchs.
Menariknya, Fuchs mengklaim bahwa batas waktu dua bulan itu bukanlah keputusan Israel. Menurutnya, itu berasal dari pemerintahan Amerika Serikat. "Kami menghormati hal itu," ucapnya singkat.
Artikel Terkait
Operasi Penyelamatan AS Gagal Temukan Pilot Pesawat yang Diklaim Ditembak Iran
Konflik Timur Tengah Picu Kelangkaan Bahan Baku Plastik, Industri Minta Relaksasi Impor
Tanggul Jebol di Demak, 4 Kecamatan Terendam dan 1 Warga Hilang
Okupansi KAI Daop 1 Jakarta Capai 50% Selama Libur Panjang Wafat Yesus Kristus