Saint Kitts dan Nevis Datangkan Pelatih Baru, Tantangan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

- Selasa, 17 Februari 2026 | 03:40 WIB
Saint Kitts dan Nevis Datangkan Pelatih Baru, Tantangan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Timnas Indonesia punya pekerjaan rumah yang serius jelang FIFA Series 2026. Salah satu lawan di semifinal, Saint Kitts and Nevis, baru saja menunjukkan keseriusannya dengan mendatangkan seorang pelatih baru yang punya ambisi besar. Marcelo Serrano namanya, dan latar belakangnya cukup membuat kita mengernyit.

Sebagai tuan rumah, Indonesia akan menjamu tiga tim lain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 23-31 Maret 2026. Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan tentu saja Saint Kitts and Nevis akan datang. Format turnamennya sendiri sudah jelas: Garuda langsung berjumpa dengan Saint Kitts and Nevis di babak semifinal pada 27 Maret nanti. Sementara itu, Bulgaria akan menghadapi Kepulauan Solomon. Pemenang dari kedua laga itu nantinya bertarung di final pada 31 Maret.

Nah, kembali ke soal persiapan lawan. Perekrutan Serrano ini bukan langkah main-main. Pria asal Brasil ini punya catatan bagus, pernah menjadi asisten manajer untuk Timnas AS U-17. Presiden Asosiasi Sepakbola Saint Kitts dan Nevis (SKNFA), Atiba Harris, jelas punya ekspektasi tinggi.

"Dengan pengalamannya yang luas, Pelatih Serrano akan bekerja sama dengan Direktur Teknik kami, Giba Damiano, dan staf teknis untuk membangun program pendampingan bagi pelatih lokal dan membantu meningkatkan standar kepelatihan secara keseluruhan di negara ini,” ujar Harris.

Serrano sendiri tak kalah bersemangat. Mantan asisten pelatih Timnas Brasil U-17 itu langsung menegaskan komitmennya. Targetnya jelas: membawa tim kecil ini melangkah lebih jauh, bahkan berharap bisa lolos ke turnamen-turnamen besar.

"Saya sangat berterima kasih atas kesempatan ini untuk bekerja sama dengan kepemimpinan dan staf Asosiasi Sepakbola St. Kitts dan Nevis saat kami mengejar tujuan kami untuk lolos ke turnamen besar,” tandas Serrano.

Jadi, buat Timnas Garuda, waspada saja tidak cukup. Lawan yang dianggap "ringan" ini justru sedang membenahi diri dengan strategi jangka panjang. Persiapan matang dan analisis mendalam terhadap gaya pelatih barunya pasti diperlukan. Semua itu agar mimpi juara di rumah sendiri tidak sekadar jadi angan-angan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar