Untuk merealisasikan agenda roadshow tersebut, diperlukan koordinasi yang solid. Rosan menyatakan perlunya pembentukan tim khusus yang melibatkan beberapa kementerian dan lembaga terkait. Keterlibatan Kementerian Perekonomian, Kementerian Keuangan, hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinilai krusial untuk menyampaikan pesan yang komprehensif dan terpadu.
Misi utamanya adalah memberikan penjelasan langsung tentang komitmen pemerintah dalam melakukan reformasi. "Untuk mengabarkan bahwa pemerintah ini tetap melakukan reformasi di dalam kebijakan, regulasi soal meningkatkan investment climate di Indonesia," tutur Rosan.
Peringkat Kredit sebagai Fondasi Kepercayaan
Sebagai bagian dari upaya membangun kredibilitas, Rosan menyebutkan capaian peringkat kredit yang telah diperoleh Danantara. Lembaga pemeringkat nasional, Pefindo, memberikan peringkat AAA untuk obligasi Patriot Bond yang diterbitkan. Sementara itu, penilaian dari Fitch Rating berada di level BBB dengan outlook stabil.
Pencapaian ini menjadi modal awal sebelum melangkah lebih jauh. Saat ini, Danantara tengah mengajukan proses pemeringkatan kepada dua lembaga ternama lainnya: Moody's serta Standard & Poor's (S&P) dari Amerika Serikat. Proses ini menjadi langkah strategis dalam peta jalan menuju pengakuan yang lebih luas dari investor global.
Artikel Terkait
Indonesia Kutuk Serangan ke Pasukan Perdamaian di Lebanon, Desak PBB Selidiki Israel
PMI Manufaktur Indonesia Melambat Drastis ke 50,1 pada Maret 2026, Dampak Perang Timur Tengah
Harga Emas Antam Naik Rp75.000, Buyback Melonjak Rp110.000
Aplikasi X Lumpuh Total, Ribuan Pengguna Global Terdampak