Upayanya tak sia-sia. Kualitas DenCraft terus naik dan kepercayaan pelanggan pun meluas. Puncaknya, Erna mendapat kesempatan emas: membawa produknya ke pameran kerajinan nasional, Inacraft 2026 di Jakarta. Undangan itu datang dari PNM.
"Rasanya campur aduk antara senang dan takut. Tapi dari situ saya merasa, ternyata saya bisa sampai sejauh ini,"
kenang Erna tentang pengalaman pertamanya di panggung besar itu.
Momen itu benar-benar membuka matanya. Ternyata, karya yang dimulai dari sudut rumah di Solo bisa bersaing di tingkat nasional. Kini, DenCraft bukan sekadar penopang ekonomi keluarganya. Lebih dari itu, ia menjadi bukti nyata tentang ketekunan dan semangat bangkit.
Erna punya harapan yang lebih besar. Dia ingin usahanya ini terus berjalan dan menginspirasi.
"Saya ingin usaha ini terus jalan, bukan hanya untuk saya, tapi supaya perempuan lain juga percaya bahwa mereka punya peluang yang sama,"
pungkasnya.
Cerita Erna ini sederhana, tapi maknanya dalam. Dari bahan bekas dan proses panjang, dia membuktikan bahwa pemberdayaan itu intinya adalah perjalanan. Sebuah perjalanan untuk menemukan kembali kepercayaan diri dan merajut masa depan yang lebih mandiri.
Artikel Terkait
Pertamina Bantah Isu Kenaikan Harga Pertamax Jadi Rp 17.850
Anggota Komisi I DPR Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon
Pembangunan Rusun di Bantaran Rel Senen Ditargetkan Mulai Mei 2026
Maarten Paes Raih Kiper Terbaik PSSI Awards 2026, Tekankan Pentingnya Kerja Kolektif