Ibu Erna dari Solo Sukses Bawa Tas Denim Bekas ke Pameran Nasional

- Jumat, 13 Februari 2026 | 16:15 WIB
Ibu Erna dari Solo Sukses Bawa Tas Denim Bekas ke Pameran Nasional

Pandemi memang sudah berlalu, tapi dampaknya masih terasa. Banyak usaha kecil yang gulung tikar di masa-masa sulit itu. Tapi, ada juga yang justru menemukan jalan baru. Seperti Erna Prilyani dari Kartasura, Solo.

Dari rumah sederhananya, Erna memulai sesuatu yang kala itu terasa mustahil: mengubah celana jeans bekas menjadi tas. Semua berawal dari hobi menjahitnya sejak remaja. Dengan peralatan seadanya, dia memotong-motong denim yang sudah tak terpakai, lalu merangkainya kembali. Awalnya, keraguan besar menghantui. Bisakah kerja tangan ini benar-benar menghidupi keluarga?

"Waktu itu yang penting bisa jalan dulu. Saya tidak berpikir jauh, yang ada di kepala hanya bagaimana caranya tetap bertahan,"

kata Erna, mengenang masa awal pada Jumat (13/2/2026) lalu.

Prosesnya tidak instan. Butuh ketekunan ekstra. Kadang dia menjahit hingga larut malam, lelah, namun justru di situlah dia merasa punya pegangan. Dari setiap jahitan itu, lahirlah DenCraft. Sebuah usaha kecil yang perlahan-lahan mulai punya bentuk dan karakter.

Namun begitu, perjalanannya tak selalu mulus. Erna mengaku sempat minder. Melihat produk lain yang lebih rapi dan modern, dia bertanya-tanya pada diri sendiri. Apakah karyanya cukup bagus? Di sinilah dukungan dari PNM Mekaar, tempatnya menjadi nasabah, berperan. Melalui pendampingan, dia belajar memperbaiki kualitas dan cara pandangnya terhadap bisnis.

"Saya sempat berpikir, apa produk saya cukup bagus? Tapi saya belajar, kualitas itu bisa dilatih, asal mau terus belajar,"

ucapnya.

Upayanya tak sia-sia. Kualitas DenCraft terus naik dan kepercayaan pelanggan pun meluas. Puncaknya, Erna mendapat kesempatan emas: membawa produknya ke pameran kerajinan nasional, Inacraft 2026 di Jakarta. Undangan itu datang dari PNM.

"Rasanya campur aduk antara senang dan takut. Tapi dari situ saya merasa, ternyata saya bisa sampai sejauh ini,"

kenang Erna tentang pengalaman pertamanya di panggung besar itu.

Momen itu benar-benar membuka matanya. Ternyata, karya yang dimulai dari sudut rumah di Solo bisa bersaing di tingkat nasional. Kini, DenCraft bukan sekadar penopang ekonomi keluarganya. Lebih dari itu, ia menjadi bukti nyata tentang ketekunan dan semangat bangkit.

Erna punya harapan yang lebih besar. Dia ingin usahanya ini terus berjalan dan menginspirasi.

"Saya ingin usaha ini terus jalan, bukan hanya untuk saya, tapi supaya perempuan lain juga percaya bahwa mereka punya peluang yang sama,"

pungkasnya.

Cerita Erna ini sederhana, tapi maknanya dalam. Dari bahan bekas dan proses panjang, dia membuktikan bahwa pemberdayaan itu intinya adalah perjalanan. Sebuah perjalanan untuk menemukan kembali kepercayaan diri dan merajut masa depan yang lebih mandiri.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar