Namun begitu, reaksi pasar justru terlihat positif. Begitu kabar rencana PHK ini beredar, saham Heineken langsung melonjak sekitar tiga persen di bursa Amsterdam. Tampaknya investor melihat langkah efisiensi ini sebagai sesuatu yang diperlukan.
Ini jadi momen yang cukup penting bagi van den Brink. Pasalnya, baru bulan lalu ia mengumumkan rencana pengunduran dirinya setelah hampir enam tahun memimpin. Transisi kepemimpinan akan segera terjadi.
"Prioritas saya untuk beberapa bulan mendatang adalah meninggalkan Heineken dalam posisi sekuat mungkin," tambahnya, menegaskan komitmen terakhirnya.
Dengan total karyawan sekitar 87.000 orang di seluruh dunia, langkah restrukturisasi ini tentu akan meninggalkan dampak yang signifikan. Ribuan keluarga kini menanti kepastian, sementara perusahaan berusaha mencari keseimbangan baru di tengah pasar yang berubah.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Mulai Kunjungan Negara ke Jepang, Temui Kaisar dan PM
Anggaran Diskon Tiket Pelni Terserap 92,5%, Penumpang Capai 431.705 Orang
Jens Raven Gantikan Mauro Zijlstra yang Cedera Jelang Final FIFA Series
BCA Ikut Earth Hour, Layanan Perbankan Tetap Berjalan Normal