Dia yakin betul, menambah armada bus listrik bakal berdampak signifikan pada penurunan emisi dari sektor transportasi Jakarta. Polusi dari kendaraan memang jadi masalah kronis. Coba bayangkan, setiap hari ada sekitar empat juta orang yang masuk dan keluar Jakarta. Itu salah satu penyumbang utama udara kotor.
"Oleh karena itu, penggunaan transportasi pribadi harus dikurangi," tegasnya.
Caranya? Dengan mendorong masyarakat beralih ke angkutan umum. Tapi itu tidak bisa asal pindah. Layanannya harus ditingkatkan, baik dari segi kualitas maupun jangkauan. Itulah sebabnya, selain menambah bus listrik, Pemprov juga terus memperluas rute Transjakarta. Bahkan kini dikembangkan menjadi TransJabodetabek untuk menjangkau wilayah yang lebih luas.
Intinya, semua langkah ini bermuara pada satu tujuan: mengurangi ketergantungan warga pada kendaraan pribadi. Jika bus listriknya banyak, rutenya luas, dan layanannya nyaman, diharapkan perlahan-lahan kebiasaan masyarakat akan berubah. Jakarta butuh napas yang lebih bersih, dan Pramono menaruh harapan besar pada transformasi transportasi umum ini.
Artikel Terkait
Tren Film Indonesia Terinspirasi Kisah Nyata, Sorot Cinta hingga Pengkhianatan
Mantan Menhan Juwono Sudarsono Tutup Usia di Jakarta
Arus Balik Lebaran di Tol Cipali Masih Lancar, Puncak Diprediksi Minggu
Mendagri Zulkifli Hasan Pantau Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp100 Ribu per Kg