DKI Jakarta Percepat Pembangunan PLTSa untuk Atasi Krisis Sampah dan Polusi

- Rabu, 11 Februari 2026 | 01:40 WIB
DKI Jakarta Percepat Pembangunan PLTSa untuk Atasi Krisis Sampah dan Polusi

MURIANETWORK.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana melanjutkan pembangunan dan pengoperasian sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau Intermediate Treatment Facility (ITF). Langkah strategis ini diambil untuk mengatasi krisis sampah yang mendesak, terutama menyusul penuhnya kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang. Proyek-proyek yang dimaksud tersebar di beberapa lokasi, termasuk Rorotan, Sunter, dan Jakarta Barat, dengan target operasional bertahap mulai tahun depan.

Lokasi dan Status Pengembangan ITF

Beberapa fasilitas pengolahan sampah menjadi energi sedang dalam tahap penyelesaian. ITF Rorotan, misalnya, disebut-sebut akan mulai beroperasi pada pertengahan 2026. Sementara itu, rencana pembangunan ITF di Jakarta Barat yang semula diarahkan ke Duri Kosambi masih dalam proses kajian ulang untuk menentukan lokasi akhir yang paling tepat. Pembangunan ITF di Sunter dan Bantar Gebang juga menjadi bagian dari peta jalan pengelolaan sampah ibu kota yang lebih berkelanjutan.

Dampak Ganda: Dari Sampah ke Energi Bersih

Keberadaan ITF tidak hanya dimaksudkan untuk menyelesaikan persoalan timbunan sampah. Fasilitas ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif ganda, khususnya dalam transisi energi. Dengan mengonversi sampah menjadi listrik, ITF berpotensi mengurangi ketergantungan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara yang beroperasi di sekitar Jakarta.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar