Kawasan Bundaran HI di Jakarta akan segera memiliki penghuni baru yang cukup mengejutkan. Gedung bekas Kedutaan Besar Inggris, yang selama ini berdiri megah di samping Hotel Grand Hyatt, tak lama lagi akan beralih fungsi. Rencananya, gedung itu akan menjadi kantor bersama untuk sejumlah lembaga umat Islam.
Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang saat ini berkantor di Jalan Proklamasi, Menteng, akan pindah ke sana. Mereka tak sendirian. Lembaga lain seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) juga akan ikut menempati gedung tersebut. Intinya, ini bakal jadi kantor pusat untuk berbagai organisasi keislaman.
Informasi ini diungkapkan oleh Nusron Wahid, Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana, di sela-sela sebuah acara di Masjid Istiqlal, Sabtu lalu. Yang menarik, Nusron juga menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang, jadi tentu saja ia paham betul soal urusan lahan dan gedung.
“Gedung yang mau difungsikan untuk gedung umat adalah gedung yang dulunya Kedutaan Besar Inggris. Di samping Jalan Thamrin itu, di samping Hotel Grand Hyatt,” ujarnya.
Nusron menyambut baik rencana Presiden Prabowo Subianto ini. Menurutnya, pemberian gedung ini bukan sekadar soal tempat kerja. Lebih dari itu, ini adalah bentuk komitmen nyata pemerintah terhadap peran umat Islam di Indonesia.
“Soal masalah gedung itu adalah bentuk komitmen beliau kepada kewibawaan dan perjuangan umat Islam sebagai mayoritas kekuatan yang ada di Indonesia,” tegasnya.
Logikanya sederhana. Dengan berkumpul dalam satu atap, pengelolaan berbagai lembaga itu akan jauh lebih efisien dan terintegrasi. Mereka bisa berbagi sumber daya, sehingga biaya operasional bulanan atau overhead bisa ditekan.
“Nanti akan dijadikan kantor bersama antara Baznas, Badan Wakaf Indonesia, Majelis Ulama Indonesia, BPKH, dan instansi-instansi keumatan lain. Supaya mereka tidak lagi terbebani overhead tiap bulan dan fokus untuk memberdayakan umat,” jelas Nusron.
Lalu, gedung setinggi apa yang akan dibangun? Rencana awalnya cukup ambisius. Berdasarkan informasi dari Kementerian Agama, gedung itu dirancang mencapai sekitar 40 lantai. Namun, Nusron enggan merinci lebih jauh soal teknis pembangunan dan anggarannya. Itu, kata dia, sudah menjadi wewenang kementerian terkait.
Sebenarnya, wacana ini sudah disinggung langsung oleh Presiden Prabowo. Dalam sebuah acara di Masjid Istiqlal belum lama ini, ia mengonfirmasi telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 4.000 meter persegi di kawasan prestisius itu.
“Saya sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI sebesar kurang lebih 4.000 meter untuk gedung bagi MUI dan bagi badan-badan umat Islam seperti Badan Zakat Nasional dan lembaga-lembaga lain,” kata Prabowo kala itu.
Bahkan, gedung yang rencananya setinggi 40 lantai itu nantinya tak hanya untuk lembaga resmi. Prabowo berjanji akan menyediakan ruang bagi organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang membutuhkan tempat untuk beroperasi. Sebuah langkah yang dinilai banyak pihak akan memperkuat ekosistem keumatan di ibu kota.
Artikel Terkait
Ivar Jenner Ungkap Kesan Positif Usai Gabung Dewa United
Dokumen Epstein Picu Serangan Netanyahu ke Rival Politik Ehud Barak
Herdman: Suporter Kunci Benteng Kandang Timnas Jelang FIFA Series 2026
Kementerian PU Laporkan 82 Persen Sistem Air Bersih Pascabencana Sumatera Telah Pulih