Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, pun menyebut capaian ini berkelanjutan.
“Alhamdulillah, pertumbuhan tahun 2025 kami double digit dan sustainable, sama dengan tahun-tahun sebelumnya,” kata Anggoro.
Angka-angka pendukungnya pun impresif. Total aset melesat jadi Rp456 triliun, tumbuh lebih dari 11%. Pembiayaan mencapai Rp319 triliun dengan pertumbuhan hampir 14,5%. Yang menarik, bisnis emas mereka melonjak drastis 78,6% menjadi Rp22,9 triliun. Rasio NPF Gross pun tetap terjaga di level aman, 1,81%.
Tak hanya itu, lini bisnis seperti Tabungan Haji yang naik 10,03% disebut-sebut menjadi mesin pendorong efisiensi.
“Ini menjadi engine kami yang juga akan membantu penurunan cost of fund,” pungkas Anggoro.
Jadi, intinya jelas. BSI sedang memilih untuk berinvestasi pada masa depannya sendiri. Laba yang dihasilkan lebih banyak ditanamkan kembali untuk memperkuat fondasi dan mendanai ekspansi, alih-alih dibagikan sepenuhnya kepada pemegang saham. Sebuah strategi jangka panjang yang mereka anggap tepat untuk fase growth stage ini.
Artikel Terkait
Iran Ancam Serang Pasukan Israel di Gaza Jika Agresi ke Lebanon Berlanjut
Mohamed Sahah Resmi Tinggalkan Liverpool di Akhir Musim
Presiden Filipina Tetapkan Darurat Energi, Ancaman Grounding Pesawat Makin Nyata
Marc Klok Fokus ke Persib Usai Tak Masuk Skuad Final Timnas