Prabowo Ingatkan Kader Gerindra Jaga Uang Rakyat, Tak Ada Perlindungan Bagi Pelanggar Hukum

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:40 WIB
Prabowo Ingatkan Kader Gerindra Jaga Uang Rakyat, Tak Ada Perlindungan Bagi Pelanggar Hukum

Di tengah suasana syukuran HUT ke-18 Partai Gerindra, pesan Ketua Umum Prabowo Subianto kepada kadernya terdengar jelas dan tegas. Acara yang digelar di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026) itu, bukan sekadar perayaan biasa. Ada amanat khusus yang ingin disampaikan sang ketua umum.

Prabowo meminta semua kader, baik yang duduk di eksekutif maupun legislatif, untuk selalu mawas diri. Intinya sederhana: jaga uang rakyat.

“Iya, terutama Pak Prabowo kemudian mempesankan kepada para kader, baik yang ada di eksekutif maupun di legislatif, serta juga teman-teman yang mendapat penugasan di BUMN untuk selalu berhati-hati, mawas diri, dan menjaga uang rakyat, dan tidak melakukan perbuatan tercela,”

Ungkapan itu disampaikan oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, usai acara. Pesannya memang terkesan berulang, tapi justru di situlah tekanannya. Hati-hati. Mawas diri. Jaga uang rakyat. Tiga hal itu yang ditekankan.

Nah, yang bikin pesan ini punya ‘taring’ adalah konsekuensinya. Dasco melanjutkan, Prabowo tak akan segan bertindak tegas. Kader yang terlibat kasus hukum jangan harap dapat perlindungan atau pembelaan khusus dari partai.

“Tadi sudah disampaikan bahwa apabila ada kader yang melakukan, maka kemudian tidak akan mendapat pembelaan, serta perlakuan khusus,”

Dasco menegaskan hal itu tanpa ragu.

Namun begitu, pesan Prabowo tidak melulu soal ancaman. Di sisi lain, dia juga punya imbauan yang lebih membangun. Dasco menyebut, Prabowo menginginkan para kadernya tetap turun ke lapangan. Dekat dengan rakyat, itu kuncinya. Partai harus terus dibangun dengan komunikasi yang baik kepada semua pihak.

Jadi, ada dua sisi dari amanat itu. Satu sisi mengingatkan untuk bersikap steril dan jaga integritas dalam mengelola keuangan publik. Sisi lainnya mendorong untuk aktif, bersosialisasi, dan mendengar langsung suara masyarakat. Sebuah keseimbangan yang sulit, tapi tampaknya itu yang ingin dicapai.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar