Prabowo dan Albanese Perkuat Kemitraan Pendidikan dan Ekonomi di Jakarta

- Jumat, 06 Februari 2026 | 10:00 WIB
Prabowo dan Albanese Perkuat Kemitraan Pendidikan dan Ekonomi di Jakarta

Daya Dorong Ekonomi: Peran Strategis IA-CEPA

Sementara di bidang ekonomi, hubungan bilateral mendapatkan momentum baru sejak berlakunya Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) pada Juli 2020. Perjanjian ini terbukti menjadi katalis yang kuat, mendorong arus perdagangan dan investasi dua arah ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Statistik perdagangan menunjukkan tren yang sangat positif. Nilai perdagangan dua arah melonjak dari 12,91 miliar dolar Australia pada 2020 menjadi 35,38 miliar dolar Australia di akhir 2024. Dalam kurun waktu tersebut, ekspor Indonesia ke Australia tumbuh sekitar 14,46 persen, sementara ekspor Australia ke Indonesia bahkan meningkat lebih cepat, yaitu 17,42 persen. Pada 2024, Indonesia mencatat surplus perdagangan yang sehat terhadap Australia, senilai 3,13 miliar dolar Australia.

“Pada tahun yang sama, Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar 3,13 miliar dolar Australia terhadap Australia,” ungkapnya.

Arus investasi juga menunjukkan keseimbangan yang menarik. Investasi Australia di Indonesia pada 2024 mencapai 1,36 miliar dolar AS, sementara investasi Indonesia di Australia sedikit lebih tinggi, yakni 1,42 miliar dolar AS. Ini mencerminkan hubungan kemitraan yang semakin setara dan saling menguntungkan.

Di luar angka-angka makro, hubungan ekonomi juga hidup melalui mobilitas orang. Sekitar 1,75 juta warga Australia tercatat mengunjungi Indonesia pada periode 2024–2025, menjadikan pariwisata sebagai penghubung ekonomi dan budaya yang vital. Kunjungan ini tidak hanya menggerakkan sektor jasa, tetapi juga memperkuat pemahaman antar masyarakat kedua negara.

Pertemuan antara Presiden Prabowo dan PM Albanese di Istana Merdeka, dengan demikian, bukan sekadar agenda diplomatik rutin. Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua negara untuk tidak hanya memelihara, tetapi secara aktif memperdalam dan memperluas kemitraan strategis yang telah terbukti membawa manfaat nyata bagi kedua bangsa.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar