MURIANETWORK.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan 20 unit bus Transjabodetabek untuk melayani rute baru dari Blok M menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Gubernur Pramono Anung menargetkan layanan ini dapat mengangkut sekitar 2.000 penumpang setiap harinya dan dioperasikan sebelum puncak arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H.
Target Operasional Sebelum Lebaran
Gubernur Pramono Anung menekankan pentingnya kehadiran rute baru ini sebelum perayaan hari raya. Dengan tenggat waktu yang ketat, pembukaan trayek diharapkan dapat meringankan beban transportasi publik sekaligus memberikan alternatif yang nyaman bagi warga dan turis yang hendak ke bandara.
"Saya sudah meminta untuk sebelum menyambut Idul Fitri, trayek ini sudah harus dibuka," tegas Pramono. "Jadi mudah-mudahan apakah di minggu keempat bulan Februari ini atau di awal bulan Maret, nanti akan kami buka," lanjutnya.
Fleksibilitas dan Kesiapan Infrastruktur
Jumlah armada awal sebanyak 20 bus dirancang untuk memastikan waktu tunggu yang singkat bagi calon penumpang. Namun, pemerintah menyatakan kesiapannya untuk menambah jumlah bus jika permintaan masyarakat ternyata melampaui proyeksi. Hal ini menunjukkan adanya evaluasi berkelanjutan terhadap respons pengguna.
"Kalau kemudian respons publiknya besar, tentunya kita tambah," ujar Pramono. "Karena untuk perhitungan awal, minimum penumpang yang akan menggunakan itu kurang lebih 2.000-an per hari," jelasnya.
Tak hanya menyiapkan armada, kesiapan infrastruktur pendukung juga menjadi perhatian. Pramono telah menginstruksikan pembangunan dan perbaikan halte-halte di sepanjang rute, termasuk di area bandara. Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan dan kesan pertama yang baik bagi para penumpang, khususnya wisatawan asing.
Kolaborasi untuk Layanan Optimal
Untuk kelancaran operasional di kawasan bandara, Pemprov DKI Jakarta akan berkoordinasi dengan pengelola bandara. Rencananya, bus Transjabodetabek ini akan berhenti di tiga terminal utama Bandara Soetta, memudahkan penumpang menuju lokasi keberangkatan.
Pramono menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh persiapan hingga layanan dapat berjalan normal. "Untuk ke Soekarno-Hatta, karena apa pun ini kan wajahnya Jakarta, wajahnya Indonesia, maka saya sudah memerintahkan halte-haltenya untuk dibangun. Sampai dengan kemudian akan beroperasi secara normal," pungkasnya.
Dengan adanya rute langsung ini, diharapkan konektivitas antara pusat kota Jakarta dan gerbang udara utamanya akan semakin terjangkau dan efisien, mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Artikel Terkait
DJP dan Bareskrim Perbarui Kerja Sama, Bekukan Aset Rp2,65 Triliun dari Pelanggar Pajak
Gempa Megathrust M 6,2 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
KPK Sita Rp40,5 Miliar dan 5,3 Kg Emas dalam Kasus Suap Impor Bea Cukai
Kepala KPP Banjarmasin Akui Salah Terima Janji Suap Rp800 Juta