"Kalau kemudian respons publiknya besar, tentunya kita tambah," ujar Pramono. "Karena untuk perhitungan awal, minimum penumpang yang akan menggunakan itu kurang lebih 2.000-an per hari," jelasnya.
Tak hanya menyiapkan armada, kesiapan infrastruktur pendukung juga menjadi perhatian. Pramono telah menginstruksikan pembangunan dan perbaikan halte-halte di sepanjang rute, termasuk di area bandara. Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan dan kesan pertama yang baik bagi para penumpang, khususnya wisatawan asing.
Kolaborasi untuk Layanan Optimal
Untuk kelancaran operasional di kawasan bandara, Pemprov DKI Jakarta akan berkoordinasi dengan pengelola bandara. Rencananya, bus Transjabodetabek ini akan berhenti di tiga terminal utama Bandara Soetta, memudahkan penumpang menuju lokasi keberangkatan.
Pramono menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh persiapan hingga layanan dapat berjalan normal. "Untuk ke Soekarno-Hatta, karena apa pun ini kan wajahnya Jakarta, wajahnya Indonesia, maka saya sudah memerintahkan halte-haltenya untuk dibangun. Sampai dengan kemudian akan beroperasi secara normal," pungkasnya.
Dengan adanya rute langsung ini, diharapkan konektivitas antara pusat kota Jakarta dan gerbang udara utamanya akan semakin terjangkau dan efisien, mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Artikel Terkait
KPK Tunggu Hasil Tes Kesehatan untuk Kembalikan Yaqut ke Rutan
Mudik Lebaran 2026: 4,41 Juta Penumpang Melalui Bandara, Soekarno-Hatta Paling Padat
Kereta Cepat Whoosh Angkut 185 Ribu Penumpang di Awal Arus Mudik 2026
Elon Musk Dinyatakan Bersalah Tipu Pemegang Saham Twitter Lewat Cuitan