Layanan internet di Iran mendadak lumpuh total pada Kamis (8/1). Laporan ini pertama kali dikonfirmasi oleh NetBlocks, kelompok pemantau konektivitas global. Padamnya jaringan digital ini terjadi di tengah situasi yang sudah memanas, ketika gelombang demonstrasi akibat tekanan ekonomi terus menggulung negara itu.
Sampai sekarang, belum ada penjelasan resmi apa pun dari pemerintah soal penyebab blackout ini. Yang jelas, situasi di lapangan justru makin tegang.
Menurut sejumlah saksi yang dihubungi, unjuk rasa justru kembali pecah di hari yang sama. Aksi-aksi itu terdengar bergemuruh di Teheran, juga di kota-kota besar lain seperti Mashhad dan Isfahan. Suara para demonstran keras, menentang kekuasaan rezim ulama yang telah memimpin Iran selama puluhan tahun.
Di sisi lain, dari jauh, mantan putra mahkota Reza Pahlavi yang kini hidup di pengasingan di AS ikut bersuara. Ia mendesak agar protes diperluas jangkauannya. Rezim keluarganya sendiri tumbang pada 1979 lewat revolusi besar.
Menariknya, di media sosial beredar klaim meski belum bisa dipastikan kebenarannya bahwa slogan-slogan pendukung dinasti Pahlavi mulai diteriakkan di antara kerumunan massa.
Tapi cerita dari pemerintah sama sekali berbeda. Lewat kantor berita resminya, otoritas Iran membantah keras ada demonstrasi besar. Mereka menyebut situasi sudah kondusif dan tenang.
Artikel Terkait
Dunia Hanya Punya 2,8 Hari Sebelum Langit Runtuh
Trump: Iran di Ambang Kejatuhan, Rakyat Mulai Kuasai Kota
Akreditasi Tinggi, Layanan Sepi: Ilusi Mutu Perpustakaan yang Tersandera Angka
Swasembada Pangan: Dari Target Ambisius Menjadi Kenyataan yang Terukur