MURIANETWORK.COM - Lalu lintas di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, mengalami kemacetan parah pada Kamis (5/2/2026) pagi. Penyebabnya adalah sebuah truk yang mengalami patah as roda tepat di depan Halte Transjakarta Widya Candra, menghalangi lajur tengah jalan utama menuju Semanggi itu.
Kondisi Lalu Lintas yang Terganggu
Insiden ini langsung berdampak pada arus kendaraan di salah satu ruas jalan protokol ibukota. Kendaraan dari arah Kuningan menuju Semanggi terpantau mengalami penumpukan yang signifikan. Untuk dapat melintas, pengemudi baik roda dua maupun empat terpaksa bergantian menggunakan lajur kiri dan kanan, berusaha menyalip truk yang mogok di tengah jalan. Suara klakson yang saling bersahutan pun turut menggambarkan situasi kepadatan yang terjadi di lokasi kejadian.
Imbauan Resmi dari Pihak Berwenang
Merespons kejadian tersebut, akun resmi Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya memberikan informasi dan peringatan kepada publik melalui platform media sosial. Mereka mendesak pengendara untuk mencari jalur alternatif guna menghindari titik kemacetan.
“Truk patah as di depan Halte Busway Telkom/ Widya Candra Jl. Gatot Subroto Jaksel. Lalu lintas Kuningan arah Semanggi terpantau padat,” tulis akun tersebut dalam keterangannya.
Dalam pesan lanjutannya, mereka secara tegas mengimbau, “Agar pengendara menghindari ruas jalan tersebut.”
Dampak dan Antisipasi
Kejadian seperti patahnya as roda pada kendaraan berat di jalan utama kerap menimbulkan gangguan yang tidak terduga. Selain menyebabkan kemacetan panjang, situasi ini juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan sekunder akibat manuver mendadak atau ketidaksabaran pengendara. Imbauan dari petugas lalu lintas untuk menghindari area terdampak merupakan langkah standar yang penting untuk meredam kepadatan lebih lanjut dan memungkinkan proses evakuasi kendaraan mogok berjalan lebih lancar. Hingga berita ini diturunkan, upaya penanganan di lapangan masih terus dilakukan untuk menormalkan kembali arus lalu lintas.
Artikel Terkait
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% Sepanjang 2025, Tertinggi di Kuartal IV Sejak Pandemi
PUPR Alokasikan Rp118,5 Triliun untuk Irigasi dan Jalan pada 2026
Pemerintah Perpanjang Program Beras SPHP hingga Akhir Februari 2026
Delegasi Investor Australia Kunjungi Jakarta untuk Perluas Jejak Investasi