Kumandang azan kemudian mengudara, mengiringi doa. Tak lama setelahnya, bunyi tembakan salvo bergema beberapa kali. Itu adalah penghormatan senjata terakhir dari institusi Polri untuk perempuan yang telah mendampingi salah satu mantan pemimpin tertingginya.
Menurut informasi yang beredar, Eyang Meri berpulang dalam usia yang sangat sepuh, 100 tahun. Kabar duka itu datang sehari sebelum pemakaman, yaitu pada Selasa (3/2/2026). Kepergiannya tentu saja meninggalkan duka, sekaligus mengingatkan kita pada sosok Hoegeng yang dikenal jujur.
Kini, semuanya telah usai. Keduanya telah bersatu kembali di Giritama, dalam keabadian.
Artikel Terkait
KPK Alihkan Status Tahanan Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas ke Rumah
Menteri Luar Negeri Iran Ucapkan Idulfitri dan Apresiasi Dukungan Indonesia, Malaysia, Brunei
Spalletti Geram, Juventus Gagal Penalti Lagi dan Cuma Raih Satu Poin Lawan Sassuolo
Bupati Bone Imbau Warga Alihkan Tabungan ke Emas Antisipasi Inflasi