Kumandang azan kemudian mengudara, mengiringi doa. Tak lama setelahnya, bunyi tembakan salvo bergema beberapa kali. Itu adalah penghormatan senjata terakhir dari institusi Polri untuk perempuan yang telah mendampingi salah satu mantan pemimpin tertingginya.
Menurut informasi yang beredar, Eyang Meri berpulang dalam usia yang sangat sepuh, 100 tahun. Kabar duka itu datang sehari sebelum pemakaman, yaitu pada Selasa (3/2/2026). Kepergiannya tentu saja meninggalkan duka, sekaligus mengingatkan kita pada sosok Hoegeng yang dikenal jujur.
Kini, semuanya telah usai. Keduanya telah bersatu kembali di Giritama, dalam keabadian.
Artikel Terkait
Pajak Badan Ditargetkan Tembus Rp 1.000 Triliun pada 2025, Ini Strategi Pemerintah
Pramono Anung Beri Sinyal Tegas: Spanduk Parpol Izin Habis Langsung Ditertibkan
SKK Migas Pacu 39 Sumur Potensial untuk Kejar Target Produksi Minyak
KPK Gelar Dua OTT dalam Sehari: Banjarmasin dan Jakarta Jadi Sasaran