Pemicunya sama: hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Ombak ganas yang menyusul merusak talud penahan sepanjang 200 meter lebih. Tak berhenti di situ.
“Sedikitnya 16 rumah warga terdampak dan empat perahu nelayan dilaporkan hanyut terbawa ombak,” tambah Abdul Muhari.
Keadaan saat itu benar-benar genting. Hingga Sabtu malam, air banjir masih menggenangi Desa Soagimalaha. Sementara di pesisir Desa Puao, angin kencang dan gelombang tinggi terus menggerus bibir pantai, memperparah kerusakan yang sudah terjadi.
Foto yang beredar menunjukkan kondisi talud yang porak-poranda diterjang gelombang pasang. Pemandangan yang memprihatinkan.
Artikel Terkait
Di Balik Pantai dan Kuil: 5 Fakta Mengejutkan yang Membentuk Wajah Thailand
Geliat Awal Tahun: 1,15 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT 2025
Proses Panjang Menanti Pengganti Pimpinan OJK
Golden Pecah Rekor, Lagu K-Pop Pertama yang Sabet Piala Grammy