Pemicunya sama: hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Ombak ganas yang menyusul merusak talud penahan sepanjang 200 meter lebih. Tak berhenti di situ.
“Sedikitnya 16 rumah warga terdampak dan empat perahu nelayan dilaporkan hanyut terbawa ombak,” tambah Abdul Muhari.
Keadaan saat itu benar-benar genting. Hingga Sabtu malam, air banjir masih menggenangi Desa Soagimalaha. Sementara di pesisir Desa Puao, angin kencang dan gelombang tinggi terus menggerus bibir pantai, memperparah kerusakan yang sudah terjadi.
Foto yang beredar menunjukkan kondisi talud yang porak-poranda diterjang gelombang pasang. Pemandangan yang memprihatinkan.
Artikel Terkait
DPR Gelar Rapat Khusus, Polisi Ungkap Foto Pelaku Penyiraman KontraS
Empat Prajurit BAIS TNI Ditahan Terkait Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Menkes Imbau Pemudik Motor Istirahat Tiap 2-3 Jam untuk Antisipasi Kecelakaan di Jalur Arteri
Askrindo Berangkatkan Ratusan Pemudik Gratis dengan Asuransi Jelang Lebaran 2026