Ingin menjaga berat badan? Perhatikan waktu makan malam. Dr. Rupali Dutta, seorang ahli gizi, menekankan bahwa waktu makan punya peran krusial.
Metabolisme kita secara alami melambat di malam hari. Akibatnya, kalori dari makanan yang masuk terlalu larut lebih mudah berubah menjadi lemak dan menumpuk. Singkatnya, makan awal membantu tubuh memanfaatkan makanan dengan efisien, sebelum akhirnya kalori berlebih disimpan.
3. Perut Kembung dan Pencernaan Terganggu
Bayangkan ini: kita makan berat, lalu langsung rebahan. Tentu perut akan protes. Tanpa jeda yang cukup, tubuh tak punya waktu optimal untuk mencerna. Hasilnya bisa bermacam-macam: asam lambung naik, perut begah, atau rasa tak nyaman yang mengganggu.
Di sisi lain, memberi jeda beberapa jam antara makan dan tidur membuat proses pencernaan berjalan lebih lancar dan efisien.
4. Ancaman bagi Jantung dan Tekanan Darah
Ini dampak jangka panjang yang perlu diwaspadai. Ahli gizi Meher Rajput mengingatkan, makan terlalu larut berisiko tinggi, khususnya bagi penderita diabetes, gangguan tiroid, atau penyakit jantung.
Masalahnya sering diperparah oleh jenis makanan yang kita konsumsi. Rajput memberi contoh.
“Sebagai orang India, kami terbiasa mengonsumsi makanan tinggi natrium saat makan malam. Dari dal dan papad hingga sayuran dan daging, makanan kami sering mengandung garam tinggi. Mengonsumsi makanan asin larut malam dapat menyebabkan retensi air dan kembung, tetapi yang lebih penting, meningkatkan risiko tekanan darah tinggi,” ujarnya.
Belum lagi, kebiasaan ini mengacaukan jam biologis tubuh. Gangguan ritme alami tubuh ini dikaitkan dengan lonjakan tekanan darah dan gula darah puasa, yang pada akhirnya membebani jantung.
Artikel Terkait
DPR Gelar Rapat Khusus, Polisi Ungkap Foto Pelaku Penyiraman KontraS
Empat Prajurit BAIS TNI Ditahan Terkait Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Menkes Imbau Pemudik Motor Istirahat Tiap 2-3 Jam untuk Antisipasi Kecelakaan di Jalur Arteri
Askrindo Berangkatkan Ratusan Pemudik Gratis dengan Asuransi Jelang Lebaran 2026