Akses Transportasi Aceh Pulih, Jembatan Bailey dan Armco Mulai Berdiri

- Minggu, 01 Februari 2026 | 07:50 WIB
Akses Transportasi Aceh Pulih, Jembatan Bailey dan Armco Mulai Berdiri

JAKARTA – Perlahan tapi pasti, kondisi di sejumlah wilayah Aceh yang terdampak bencana mulai membaik. Yang paling terasa adalah pemulihan akses transportasi. Beberapa jembatan, misalnya, sudah berdiri dan berfungsi kembali.

Ini tak lepas dari kerja sama pemerintah daerah dengan TNI. Mereka bahu-membahu mempercepat pembangunan jembatan bailey dan armco, dengan satu tujuan: mengembalikan mobilitas warga secepat mungkin. Khususnya di daerah-daerah yang infrastrukturnya rusak parah.

Di Kabupaten Aceh Tengah, jembatan PLTA Angkup sudah 100 persen selesai. Jembatan berwarna merah putih itu kini berdiri kokoh melintasi sungai. Kendaraan roda dua dan roda empat sudah bisa lewat lagi. Aktivitas warga sekitar pun pelan-pelan kembali normal.

Hal yang sama terlihat di Bener Pepanyi, Kabupaten Bener Meriah. Jembatan bailey di sana juga telah tuntas dibangun. Memang masih ada alat berat di pinggirannya, tapi pekerjaan utamanya sudah beres. Beberapa truk bahkan terlihat melintas dengan lancar pertanda bagus untuk mobilitas dan roda perekonomian warga.

Namun begitu, tidak semua lokasi sudah rampung. Di ruas jalan menuju Bandara Rembele, Bener Meriah, proses pembangunan jembatan bailey masih berlangsung. Rangkanya sudah terpasang kokoh. Saat ini, personel TNI sedang sibuk menyelesaikan pemasangan pelat baja untuk lantai jembatan. Alat berat masih terus dikerahkan agar prosesnya makin cepat.

Progres serupa bisa disimak di Matang Serdang, Aceh Tamiang. Di sana, alat berat digunakan untuk mengangkut material rangka baja. Sementara itu, para personel memasang dinding pembatas dan lantai jembatan secara bertahap.

Jembatan Armco Hampir Rampung di Sejumlah Desa

Selain jembatan bailey, ada juga kemajuan signifikan pada pembangunan jembatan armco. Di Desa Terban, Aceh Tamiang, jembatan jenis ini sudah bisa dilalui kendaraan. Tinggal penyempurnaan kecil yang tersisa: penghalusan tembok pembatas yang masih dikerjakan personel TNI.

Situasinya agak berbeda di Desa Blang Kandis. Pembangunan jembatan armco di sini masih dalam tahap penyelesaian. Pelat baja dan beton pelapis berlapis batu kali sudah terpasang. Fokus pengerjaan sekarang adalah merapikan badan jalan di atas jembatan dan melester beton pelapis gorong-gorong.

Di sisi lain, Desa Salah Sirong 2 justru hampir selesai seluruhnya. Beton pelapisnya terpasang dan sedang menunggu kering. Jalan di atasnya sudah diratakan, dan secara fungsi sudah bisa dilintasi kendaraan.

Adapun di Desa Salah Sirong 3, prosesnya masih di tahap awal. Personel TNI terlihat sedang merakit struktur armco yang nantinya akan dipasang di sungai sungai yang sebelumnya memutus akses akibat banjir.

Pemerintah dan TNI terus berupaya menyelesaikan semua pembangunan ini dengan cepat. Harapannya jelas: kehadiran jembatan-jembatan ini bisa segera menyambung kembali konektivitas antarwilayah. Logistik harus lancar, dan yang paling penting, aktivitas sosial serta ekonomi masyarakat Aceh harus bergerak lagi seperti sedia kala.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler